BPD Pasanggrahan Temukan Indikasi Mark Up Anggaran Pilkades

oleh -
BPD Pasanggrahan Temukan Indikasi Mark Up Anggaran Pilkades kabupaten Tangerang
Dugaan itu terungkap saat BPD melakukan pemeriksaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran yang diserahkan panitia Pilkades Pasanggarahan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasanggarahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, menemukan indikasi mark up dan anggaran fiktif pelaksanaan Pilkades serentak Oktober 2021 lalu.

Dugaan itu terungkap saat BPD melakukan pemeriksaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran yang diserahkan panitia Pilkades Pasanggarahan.

Sekretaris BPD Jamaludin mengatakan, pihaknya akan segera memanggil panitia pelaksana Pilkades Pasanggarahan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait adanya indikasi anggaran fiktif dan mark up tersebut.

“Kami akan memanggil ketua, sekretaris dan bendahara Pilkades untuk menjelaskan,” kata Jamaludin saat ditemui di ruangannya, Minggu (26/12/2021).

Jamaludin mengakui, LPJ penggunaan anggaran Pilkades memang disusun operator desa. Namun, kata dia, penggunaan anggaran itu ranahnya panitia.

“Jadi tidak mungkin panitia tidak paham mengenai anggaran yang diduga fiktif dalam LPJ, artinya ada yang nggak sinkron, kami akan segara panggil semua yang terlibat dalam penyusunan LPJ ini,” ujar Jamaludin.

BACA JUGA: Kades Pasanggrahan Kabupaten Tangerang Dibilang Maling Teriak Maling

Menurutnya, ada indikasi pemangkasan anggaran serta fiktif dalam pelaksanaan kegiatan itu, diantaranya pada jasa sewa peralatan dan perlengkapan, sewa tenda senilai Rp30 juta untuk 30 TPS, sewa meja kursi senilai Rp15 juta, sewa sound sistem Rp7,5 juta, sewa genset Rp30 juta.

“Seperti penggunaan genset itu fiktif, APD (Alat Pelindung Diri) atau baju hazmat itu tidak ada di lapangan, belum lagi anggaran untuk sewa peralatan dan perlengkapan, untuk kotak suara, bilik suara, itu rata-rata di pangkas, kalau dihitung dugaan penyelewengan anggaran ini bisa mencapai 270 juta rupiah,” ungkapnya.

Sementara Ahyar, Ketua KPPS 16 pada pelaksanaan Pilkades Pasanggrahan mengaku, pada hari H pelaksanaan Pilkades tidak memakai genset sebagai alat pembangkit tenaga listrik.

“Tidak ada genset di TPS kami waktu itu,” aku Ahyar.

Dari data yang diperoleh di lapangan, rata-rata anggaran yang digunakan pada pelaksanaan Pilkades serentak Oktober 2021, untuk sewa tenda sebesar Rp500 ribu, sewa meja kursi Rp125 ribu dan sound sistem Rp250 ribu.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Pasanggarahan, Heri Irawan saat dikonfirmasi mengklaim penggunaan anggaran selama perhelatan pesta demokrasi Pilkades sudah sesuai dan telah dilaksanakan sesuai tahapannya.

“Semua sudah beres sesuai tahapan, dan LPJ sudah diserahkan kepada BPD Pasanggarahan, karena memakai dana desa,” aku Heri Irawan.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.