BPBD Lebak Sebut 42 Desa Rawan Bencana Hidrometeorologi

  • Whatsapp
BPBD Kabupaten Lebak menyebutkan 42 desa rawan bencana hidrometeorologi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta warga di 42 desa mewaspadai potensi bencana alam hidrometeorologi.

LEBAK, REDAKSI24.COM— BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan 42 desa di wilayah tersebut rawan bencana hidrometeorologi sehingga warga setempat diminta mewaspadai bencana alam tersebut.

“Kami mengingatkan agar warga waspada terhadap potensi bencana alam tersebut,”ujar seorang personel BPBD Kabupaten Lebak, Rohmat, di Lebak, Jumat (16/10).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, 42 desa rawan bencana alam hidrometeorologi yang dipengaruhi faktor cuaca buruk seperti banjir, longsor, hingga puting beliung itu tersebar di 15 kecamatan.

Wilayah-wilayah tersebut  yakni  Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

BACA JUGA:BPBD Lebak Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir dan Longsor di Cihara

Dijelaskan Rohmat,  masyarakat di desa-desa rawan itu sudah berkoordinasi dengan kecamatan serta BPBD setempat terkait dengan kewaspadaan bencana alam.

Diketahui pada Rabu (01/01/2020) bencana banjir bandang disertai lonsor melanda enam kecamatan di Kabupaten Lebak hingga mengakibatkan ribuan warga mengungsi, 10 orang meninggal, ribuan bangunan rusak berat, termasuk sejumlah sekolah hancur bahkan dua di antaranya hilang. Laporan BPBD setempat menyebut, pada peristiwa ini 30 desa yang terdampak bencana berada di Kecamatan Sajira, Maja, Cipanas, Curug Bitung, Cimarga, dan Lebakgedong.

Terkait potensi bencana hidrometeorologi  di masa pandemi ini, Rohmat mengatakan, BPBD Lebak telah menyebarluaskan informasi kepada aparatur kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat untuk siap siaga menghadapi ancaman bencana hidrometerologi.

Rohmat melanjutkan, “Selama ini wilayah Kabupaten Lebak menjadi langganan bencana alam jika cuaca buruk yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.”

Selain itu,kata dia,  BPBD Lebak mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi untuk pencegahan banjir, banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Pasalnya, ribuan warga Lebak tinggal di daerah rawan bencana alam, karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan.

“Kami berharap dengan meningkatkan kewaspadaan dapat mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. (Mansyur/ANTARA/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.