BP2MI Cek Perusahaan Pekerja Migran di Tangerang Yang Berangkatkan Tenaga Kerjanya Covid-19

  • Whatsapp
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, berdialog dengan para calon Migran di Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Sebanyak 27 pekerja migran untuk Taiwan dinyatakan positif Covid-19. Karenanya Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan pemantauan dan pendataan langsung kepada lima perusahaan yang telah memberangkat pekerja tersebut. Dengan tujuan supaya peristiwa yang dapat mencoreng nama baik bangsa tidak terulang kembali.

Kelima perusahaan itu adalah PT Sentosa Karya Aditama Bekasi, PT Graha Ayu Karsa Tangerang dan tiga  perusahaan lainnya di Jawa Timur, seperti PT Evita Melati,  PT Ekoristi Berkarya serta Mitra Sinergi Sukses.

Bacaan Lainnya

” Kami terjun langsung ke perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengetahui bagaimana pemeriksaaan kesehatan para pekerja migran itu sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri,” kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat berkunjung ke penampungan pekerja migran di PT  Graha Ayu Karsa, Jalan Iskandar Muda, RT 02, RW 03, Kelurahan Kedawung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Kamis (19/11/2020) malam.

Dalam pemeriksaan tersebut, kata Benny, perusahaan itu harus memberikan tes Swab dan PCR, bukan hanya tes rapid yang notabennya sangat lemah untuk dapat memastikan apakah calon migran itu terpapar Covid-19 atau tidak.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Indramayu Yang Meninggal Dimakamkan di Malaysia

” Kami sudah cek dan bertanya langsung pada pengelola perusahaan ini (PT Graha Ayu karya). Katanya sebelum mereka memberangkatkan pekerja migrannya sudah memberikan tes PCR melalui  salah satu pelayanan kesehatan,” kata dia.

Karenanya, tambah Benny, pihaknya akan melakukan investigasi ke salah satu pelayanan kesehatan tersebut, apakah pelayanan kesehatan itu memiliki izin atau kredibel apa tidak. Kalau tidak, katanya, tentu, pihaknya akan merekomendasikan kepada Departemen tenaga kerja (Depnaker) agar perusahaan-perusahaan itu diberikan sanksi hingga ke pencabutan izinnya.

Mengingat dari 27 tenaga migran yang diberangkatkan ke Taiwan dan dinyatakan positif Covid-19 oleh negara itu, dua diantaranya berasal dari PT Graha Ayu Karsa,Tangerang. ” Kami ambil tindakan ini, dengan tujuan jangan sampai negara lain beranggapan kita ini (Indonesia) sebagai penyebar Covid-19,” kata dia.

BACA JUGA: BP2MI Grebek Penampungan Ilegal Calon Pekerja Migran di Cirebon

Sementara itu, Asiong pengelola PT Graha Ayu Karsa mengatakan, selain memberikan tes PCR kepada para calon pekerja migrannya, selama dipenampungan mereka juga selalu diwajibkan menjaga kebersihan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

” Hampir di setiap ruangan kita memiliki fasilitas untuk mencuci tangan, selain itu mereka juga di PCR,” kata dia dengan singkat. (Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.