Bornga Restoran Gading Serpong Disegel Bapenda

oleh -
Petugas Bapenda Kabupaten Tangerang memasang stiker segel di depan pintu masuk Bornga Resto di Gading Serpong, Kamis (1/8/2019)

REDAKSI24.COM – Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang mendatangi Bornga Restoran, di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (1/08/2019).

Kedatangan petugas pajak itu untuk melakukan penyegelan terhadap restoran yang menyajikan menu makanan Korea tersebut. Resto elit itu disegel lantaran telah menunggak pajak sebesar lebih dari Rp50 puluh juta kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Informasi yang dihimpun, pajak yang terutang tersebut adalah Wajib Pajak (WP) yang seharusnya dibayarkan pengelola restoran pada periode bulan November dan Desember tahun 2018 lalu.

Belakangan diketahui, tidak hanya menunggak pajak, Bornga Restoran juga belum melaporkan omset pendapatannya kepada Bapenda Kabupaten Tangerang sejak awal tahun sampai saat ini.

Berdasarkan pantauan Redaksi24.com, penyegelan dilakukan langsung Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja bersama sejumlah stafnya, dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Tangerang dan Kecamatan Kelapa Dua.

Penyegelan dilakukan dengan cara menempelkan stiker bertuliskan ‘Restoran Ini Belum Membayar Pajak’ di depan pintu masuk dan ruang utama restoran Korea tersebut.

“Hari ini kita melakukan tindakan shock terapi kepada wajib pajak yang membandel untuk mengingatkan agar kewajiban membayar pajak daerah itu sebuah keharusan,” ungkap Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja kepada wartawan.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran sebanyak lima kali sebelum melakukan penyegelan. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan pengelola restoran. Hingga akhirnya, petugas Bapenda melakukan tindakan tegas dengan menyegel restoran tersebut.

“Kami masih memberikan waktu kepada pengelola restoran untuk segera melunasi tunggakan pajaknya. Bila tidak diindahkan sampai batas waktu yang ditentukan, kami mungkin akan melakukan tindakan penutupan,” tegas Soma. (Ricky/Difa)