Bongkar SK Pengurus Palsu, Perkemi Banten, Perkuat Indikasi Adanya Korupsi di KONI Tangsel

oleh -
Bongkar SK Pengurus Palsu, Perkemi Banten, Perkuat Indikasi Adanya Korupsi di KONI Tangsel
Tim Kuasa Hukum Perkemi Banten/Ist.

TANGSEL,REDAKSI24.COM–Setelah minggu lalu memberikan keterangan, Tim Hukum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Pengprov Banten (THPPB)  kembali ke Krimsus Polres Tangerang Selatan, Rabu, (23/6/2021). Tim Hukum yang diwakili oleh Rizky Dwinanda, S.H., Idham Julana, S.H., C.L.A., dan Koordinator THPPB Hendra Pratama, S.H., M.H. guna memberikan keterangan dengan menyampaikan bukti-bukti pendukung yang diperlukan dalam rangka pengusutan dugaan Pemalsuan Surat Keputusan Perkemi Pengprov  Banten Nomor: 071/SK.PENGPROV.BANTEN/IX/2019 tentang Pengukuhan Perkemi Kota Tangerang Selatan sekaligus membongkar dugaan adanya praktik korupsi yang bersumber dari dana KONI Tangsel.

“Kami dari tim kuasa hukum membawa bukti pendukung antara lain Surat Klarifikasi dari PB Perkemi dan Surat Pernyataan Ketua Umum Perkemi Pengprov Banten Masa Bakti 2015-2019. Kedua dokumen tersebut membantah adanya SK Nomor: 071/SK.PENGPROV.BANTEN/IX/2019 tersebut,” ujar Rizky Dwinanda kepada Redaksi24.com, Rabu, (23/6/2021) malam.  

Berbekal SK tersebut lanjut Idham, mereka yang mengaku sebagai Pengurus Perkemi Pengkot Tangsel masuk di dalam KONI Tangsel dan mendapatkan anggaran pembinaan cabor Kempo. 

BACA JUGA: Ketua KONI Tangsel Susul Bendahara Jadi Tersangka Kasus Dana Hibah 

“Berdasarkan informasi yang didapat, sejak tahun 2019 mereka mendapatkan dana pembinaan sekitar Rp 70 juta rupiah. Di dalam laporannya, diduga mereka juga telah mencantumkan adanya Kejuaraan Daerah (Kejurda) Banten Cabor Kempo yang diikuti pada bulan Oktober 2019. Padahal sesuai fakta yang ada Kejurda Banten untuk Cabor Kempo dilaksanakan pada Desember 2019 dan tidak diikuti oleh mereka yang mengklaim sebagai Perkemi Pengkot Tangsel,” papar Rizky. 

BACA JUGA: Ternyata Dugaan Ini Penyebab Kantor KONI Tangsel Digeledah Kejaksaan 

“Dengan demikian selain dugaan tindak pidana pemalsuan, juga patut diduga adanya tindak pidana korupsi pada masa tersebut,” sambungnya.

Rizky mengaku saat ini THPPB masih mengkaji kemungkinan untuk melaporkan tindak pidana pencucian uang. Karena menurut Rizky, Terdapat pula kejanggalan di dalam SK tersebut dimana nama yang disebut sebagai Ketua justru tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Ketua Perkemi Tangsel dan bahkan tidak tahu SK tersebut. Oleh karenanya SK tersebut patut diduga palsu dan kepengurusannya dipastikan ilegal. 

BACA JUGA: Perwira ASOPS Polri Terpilih Sebagai Ketua Perkemi Banten 

“Selain menyampaikan bukti dan memberikan keterangan tambahan, THPPB juga telah mendatangi Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan guna menanyakan perkembangan hasil pemberian informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi oleh Pengurus Perkemi Tangsel Ilegal yang berkaitan erat dengan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Tangsel. Namun pejabat terkait yang menangani sedang tidak berada di tempat,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.