BNN Kota Cilegon Bongkar Penyelundupan 15 Kg Ganja di Bus Damri

  • Whatsapp
BNN kota cilegon
Petugas BNN Kota Cilegon menunjukan barang bukti ganja yang diselundupkan melalui Bus Damri.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Masa Pandemi Covid-19 rupanya tidak menyurutkan para penjahat narkoba untuk tetap menjalankan bisnis haramnya. Seperti yang dilakukan tiga pemuda asal Jakarta dan Bogor, yang nekat menyelundupkan daun ganja kering lewat Bus Damri. Akibatnya, mereka digulung petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon.

Penangkapan ketiga pemuda masing-masing berinisial diantaranya RJ (33) warga Jakarta, RH (20) dan YI (33) warga Bogor itu, bermula ketika pada Jumat (5/6/2020) petugas BNN mendapat informasi bakal ada pengiriman daun ganja dari Aceh melalui jalur darat.

Bacaan Lainnya

“Dari informasi itu kami kemudian membentuk tim untuk menyelidiki kebenarannya,” ungkap Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP Asep Mukhsin Jaelani kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Selanjutnya, kata Asep, pihaknya melakukan rapat internal pada malam harinya. Kemudian, pada hari Minggu (7/6/2020) pihaknya berkoordinasi dengan Bidang Berantas BNN Provinsi Banten untuk minta tambahan personil.

Selanjutnya, kata Asep, pada Senin (8/6/2020) pukul 02.00 WIB, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pool Bus Damri di Gambur, Jakarta Pusat, karena dari informasinya paket ganja kering tersebut dikirim melalui Bus Damri.

“Bus Damri masuk pool sekitar pukul 02.30 WIB. Kami langsung melakukan pengecekan dan penggeledahan seluruh barang dan mendapati paket ganja seberat 15 Kg,” katanya.

Kemudian, kata Asep, disaksikan kondektur Damri bernama Agung, petugas melakukan pengintaian si penerima paket barang haram tersebut. Penantian petugas tidak sia-sia, sekitar pukul 06.00 WIB, salah satu tersangka, yakni RJ mengambil paket daun haram tersebut.

Setelah itu, kata Asep, pihaknya menangkap tersangka RH dan YI di Jalan Perintis Kemerdekaan. Ketiganya berikut barang bukti ganja seberat 15 Kg diamankan ke Kantor BNN Kota Cilegon.

“Selain ganja, kami juga menyita barang bukti 3  unit handphone milik tersangka dan 1 unit kendaraan R2 dan 1 unit kendaraan R4 yang digunakan tersangka,” ujarnya.

Ketiga tersangka bakal dijerat pasal 114 Ayat (2) JO pasal 111 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal dan denda paling banyak Rp10 miliar. (Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.