BMKG Sebut Guncangan Gempa Pangandaran Dirasakan Hingga Yogyakarta

  • Whatsapp
Rahmat menyebutkan guncangan gempa pangadaran dirasakan hingga yogyakarta
Ilustrasi.Siswa SMP Negeri 1 Pangandaran menyelamatkan diri di bawah meja saat terjadi gempa bumi pada Simulasi Ekpedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami di dalam kelas sekolah, di Desa Pananjung, Kabupaten Pangadaran, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2019).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono,  menyebutkan, guncangan gempa bumi berkekuatan 5,9 yang terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/10) pagi, dirasakan di sejumlah wilayah hingga ke Provinsi DI Yogyakarta.

“Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu,” ujar Rahmat dalam keterangannya di  Jakarta, Minggu.

Bacaan Lainnya

Selain Yogyakarta, menurut Rahmat, guncangan juga terasa di Kabupaten Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, serta Bantul dan Gunung Kidul Yogyakarta pada skala yang sama.

Guncangan gempa yang magnitudonya diperbarui menjadi 5,5 itu dilaporkan cukup kencang dirasakan di Sukabumi, Tasikmalaya dan Pangandaran pada skala III-IV MMI yaitu bila pada siang hari getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Juga pada skala III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu,  di Kuningan, Garut dan Cilacap. Namun guncangan terasa lemah di Kota Bandung dan Tegal yaitu pada skala II MMI dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sejauh ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Parameter gempa yang diperbarui menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,2 Lintang Selatan (LS) dan 107,86 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 62 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

Rahmat menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). (Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.