BMKG Pastikan Oktober ini Kota Tangerang Memasuki Musim Hujan

oleh -
Ilustrasi: prakiraan cuaca kota Tangerang memasuki musim penghujan.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas I Tangerang memastikan Kota Tangerang, Banten, sudah memasuki musim penghujan di Oktober tahun 2021 ini. 

Hal tersebut dikatakan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, Urip Setiyono. Menurut Urip, berdasarkan hasil pengamatan data dari jejaring stasiun pengamatan hujan BMKG hingga Dasarian I (sepuluh hari pertama) Oktober 2021, menunjukkan bahwa 19,3 persen, wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim hujan. 

Beberapa zona musim Indonesia yang telah mengalami musim hujan tersebut meliputi Banten bagian timur (Kota Tangerang),” jelasnya, Selasa (19/10/2021).

Urip mengatakan BMKG juga telah memprakirakan sebagian wilayah Indonesia yang akan memasuki periode musim hujan mulai Oktober ini, meliputi wilayah Aceh bagian timur, Riau bagian tenggara, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian tenggara, Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian barat dan tengah, sebagian DI Yogyakarta dan sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

BACA JUGA: Prakiraan BMKG di Malam Pergantian Tahun Baru Banten Diguyur Hujan

“Sedangkan beberapa wilayah Indonesia lainnya, akan memasuki musim hujan pada bulan November hingga Desember 2021 secara bertahap dalam waktu yang tidak bersamaan. Secara umum, sampai dengan bulan November 2021 nanti diprakirakan 87.7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan,” ujarnya. 

Menurut Urip, pada akhir bulan Desember 2021, BMKG memprakirakan 96.8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Oktober ini bagi beberapa wilayah di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan, merupakan wilayah yang sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

“Pada periode peralihan musim ini, perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrim yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi,” katanya.

“Kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan ini selain wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan longsor, lebih waspada lagi pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi bulan Januari dan Februari 2022,” imbuhnya. (Candra/Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.