BKPM Kaji Penyebab Indonesia Kalah Bersaing Tarik Investasi

  • Whatsapp
BKPM

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyatakan, pihaknya tengah mengkaji penyebab Indonesia kalah bersaing dalam menarik investasi.

Dia menyebut aturan di Indonesia nampak sengaja dibuat agar kalah bersaing dengan negara-negara lain, termasuk Vietnam yang kini naik daun sebagai tujuan investasi.

Bacaan Lainnya

“Saya mengkaji kenapa sampai kita kok kalah dengan Vietnam, Thailand, Singapura? Setelah saya melihat bahwa memang aturan kita ini dibuat sengaja untuk kalah,” ujarnya dalam peluncuran buku “Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional” di Jakarta, Senin (13/07/2020).

Bahlil menunjuk  salah satu contohnya, yakni perizinan usaha di Online Single Submission (OSS). Menurutnya, meski dalam tiga jam pendaftar sudah bisa langsung mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB), namun NIB itu tidak bisa langsung digunakan untuk langsung memulai usaha.

“Dia (pengusaha) harus urus izin-izin lagi, dapat notifikasi dari kementerian/lembaga. Dari situ kemudian tawaf (keliling) sampai dua, tiga tahun belum selesai,”tuturnya.

Sebagai mantan pengusaha, dia menilai  rangkaian proses seperti itu sangat merugikan. Ia pun telah mengatakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa jika  proses tersebut terus berlangsung, Indonesia tidak akan bisa jadi tujuan investasi.

Akhirnya Presiden Jokowi pun mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Melalui Inpres tersebut, kewenangan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi didelegasikan langsung kepada Kepala BKPM.

Inpres tersebut antara lain memerintahkan sebanyak 22 kementerian/lembaga yang punya kewenangan perizinan untuk menempatkan perwakilannya di BKPM. Saat ini pengurusan insentif fiskal pun sudah bisa dilakukan langsung oleh BKPM. “Sekarang 22 kementerian/lembaga izinnya sudah di BKPM,” imbuhnyal. (Ade/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.