Bimtek Wirausaha Baru Kemenperin, Ananta: IKM Jadi Penggerak Ekonomi Masa Pandemi  

  • Whatsapp
Ananta wahana komisi VI DPR RI
Ananta Wahana, anggota Komisi VI DPR RI.

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana memberikan pengarahan pada kegiatan bimbingan teknis ( bimtek) Wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang diselenggarakan Kemenperin (Kementerian Perindustrian) di Hotel Swiss Belinn Modern Cikande, Serang Banten, Selasa (29/9/2020).

“Ini yang kedua kalinya saya menghadiri Bintek Wirausaha baru IKM. Sesuatu yang luar biasa bahwa Kemenperin beserta jajaran di bawahnya berupaya keras mengentaskan 120 wirausaha baru saat pandemi, saat perekonomian nyaris macet dan berjalan tertatih srta pngangguran meningkat pesat,” ujar Ananta dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Sebagai legislator Komisi VI DPR RI, Ananta mengaku tahu betul kalau Kemenperin sangat serius memberikan solusi mengatasi masa pandemi yang sulit sekali.

“Saya tahu persis kawan-kawan Kemenperin sangat serius memberikan solusi, mengatasi masa pandemi yang sulit sekali. Oleh karena itu saya berharap dengan adanya kegiatan ini para peserta benar-benar menjadi wirausahawan tangguh, karena memang sebelumnya belum jadi wirausahawan,” katanya.

BACA JUGA:Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana Dukung IKM Banten Terus Bertahan di Pandemi Covid-19

Selama pandemi, kasus pengangguran secara nasional mulai meningkathingga akan mencapai di angka 15 persen. Kebijakan Kemenperin dinilai cukup progresif dan pro rakyat dengan penyelenggaraan kegiatan bimtek itu.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menuturkan ada beberapa catatan yang diikutinya. Pertama, Kemenperin menggeser anggarannya sebesar Rp 80 miliar untuk revitalisasi pasar dan pemberdayaan IKM dan di Banten juga terasa progres revitalisasi ini.

Kedua, Kemenperin mempunyai rencana kerja dengan anggaran di tahun 2021 seperti program subtitusi barang industri impor dengan produksi dalam negeri. “Saya mengikuti bahwa kawan-kawan di Komisi VI sangat getol memperjuangkan agar anggaran yang kaitannya dengan bimtek kewirausahaan baru ditambah dan juga digalaka, lantaran dianggap sebagai salah satu solusi,” jelas Ananta

Legislator dapil Banten III tersebut juga melihat bahwa Kemenperin ikut menggenjot sektor industri padat karya di masa ketika banyak orang di PHK dan membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup. Sehingga program bimtek yang menukik pada pemberdayaan wirusahawan baru dan penciptaan industri rakyat di level menengah menjadi bukti dan menjadi hal yang sangat penting.

Setidaknya 5 tahun terakhir, tingkat pengangguran di Provinsi Banten selalu di atas 8 persen. Ini menjadi tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2018, persentase pengangguran di Banten naik lagi menjadi 8,56 persen meski di tahun 2019 sempat turun menjadi 8,11 persen.

Tetapi BPS mencatat pengangguran nasional bisa mencapai 15 persen. Dan dari jumlah penduduk usia produktif, puluhan juta orang jatuh pada kondisi tanpa penghasilan tanpa penghidupan yang layak. Artinya, semuanya diikuti dengan kekhawatiran.

Apabila, angka pengangguran terbuka sebesar 15 persen, Ananta khawatir di Banten bisa lebih dari angka itu. Karena pada saat angka pengangguran terbuka nasional masih di angka 8 persen, Banten sudah melebihi angka itu dengan menyumbang angka pengangguran tertinggi nasional.

Maka perlu penyelesaikan persoalan ini dengan gotong royong dari Kementerian, DPR dan semua komponen untuk bersama bekerja keras mengubah hal tersebut. “Kalau tidak salah, saat ini penduduk Banten sudah sampai di angka 12 juta orang. Itu menurut sensus tahun 2019. Dengan jumlah itu, jumlah IKM yang di Banten belum sebanding dengan jumlah penduduk. Menurut catatan, jumlah IKM di Banten hanya berjumlah 109 ribu.  belum berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada.”katanya.

Oleh sebab itu, Ananta menyebut, program bintek kali ini menjadi sangat penting untuk mendukung penguatan sektor IKM.” Apa lagi Indonesia saat ini mau mengentaskan kemisikinan dan punya RPJMN yang memprioritaskan pada pelebaran sayap IKM. Bahwa pelatihan ini menjadi sangat penting, maka setelah pelatihan ini, kawan-kawan harus mengurus izin usaha,”pungkasnya.(Agung/Ricky/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.