BI Siapkan Pinjaman Bagi Bank Banten, Namun Tidak Bisa Dieksekusi

  • Whatsapp
bank banten
Kepala BI Perwakilan Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja (Kiri) membenarkan sesuai aturan BI bisa memberikan pinjaman kepada bank sistemik atau non sistemik.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Bank Indonesia (BI) menyiapkan pinjaman jangka pendek dan khusus bagi bank sistemik maupun non sistemik yang sedang mengalami likuiditasi keuangan, dalam menjaga stabilitas keuangan. Namun pinjaman itu tidak bisa dieksekusi, karena Bank Banten dalam posisi memiliki repo ke BI yang masih outstanding.

Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja saat dihubungi wartawan mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 1 Tahun 2020, BI bisa memberikan pinjaman likuiditasi jangka pendek dan khusus kepada bank sistemik atau non sistemik dalam penanganan permasalahan stabilitas keuangan.

Bacaan Lainnya

“Untuk pinjaman jangka pendek bisa, namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” katanya, Jumat (15/5/2020).

Erwin menambahkan, untuk kewenangan pinjaman itu berada di kantor BI pusat, termasuk surat berharga yang menjadi jaminan. “Jadi lebih detailnya ada di sana (BI pusat),” ujarnya.

Tapi, berdasarkan dokumen yang redaksi24.com miliki, Bank Banten justru sedang mengalami beban pembayaran repo ke BI dengan jaminan surat berharga negara dengan total nilai mencapai Rp823 miliar.

Bahkan pada bulan April lalu, BI mengeksekusi jaminan surat berharga negara seri PBS005 milik Bank Banten sebesar Rp102 miliar. Hal itu dilakukan BI karena Bank Banten tidak mampu membayar repo ke BI yang sudah jatuh tempo sebesar Rp89,546 miliar.

Sejak dua tahun terakhir kondisi keuangan Bank Banten terus terseok-seok, karena Pemprov Banten selaku Pemilik Saham Pengendali Terakhir (PSPT) tidak kunjung mencairkan penyertaan modalnya ke Bank Banten. Padahal, setiap tahun anggaran tersebut selalu dialokasikan.(Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.