Bertepatan Pada Hari Pahlawan, Kodim Lebak Ajak Masyarakat Tolak Radikalisme

  • Whatsapp
kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Aula Makodim Lebak.

KABUPATEN LEBAK,  REDAKSI24.COM – Bertepatan dengan hari Pahlawan, Komado Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak mengundang sejumlah tokoh masyarakat, beserta tokoh agama, dan akademisi di Kabupaten Lebak untuk mengikuti kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos)  di Kabupaten  Lebak yang berlangsung di Aula Makodim Lebak,  Rangkasbitung, Selasa (10/11/2020).

Dalam komsos tersebut, Kasdim 0603 Lebak Mayor Inf Mohammad Zaini  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak penyebaran paham radikalisme,  separatisme,  terorisme  dan intoleransi di wilayah Kabupaten  Lebak. 

Bacaan Lainnya

Katanya, Komsos sendiri digelar dalam rangka pencegahan paham radikalisme  dan separatisme di situasi adaptasi kebiasaan baru di masa Pandemi Covid-19.

“Komsos ini digelar untuk menjalin  hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa,  dalam rangka terwujudnya  saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi,  dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa yang ikut berperan  serta dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di Negara ini, ” kata Kasdim dalam sambutannya. 

BACA JUGA: Dandim 0603 Lebak Ajak Semua Elemen Masyarakat Tolak Paham Radikalisme

Kasdim menuturkan, dalam komsos tersebut masyarakat diberikan pengetahuan mengenai paham radikalisme, cara mengidentifikasi, dan menangkal penyebaran paham tersebut.  

Ia mengungkapkan,  di masa pandemi Covid-19  ini paham radikal dapat muncul di lingkungan masyarakat,  mengingat  situasi nasional,  global dan internasional yang masih belum stabil ini. Terlebih,  perkembangan teknologi digital yang telah tumbuh dengan pesat melahirkan  potensi lahirnya paham radikalisme  di lingkungan  masyarakat  bahkan dapat  menjadi aksi terorisme  secara  nyata di wilayah Indonesia. 

Katanya,  paham radikal yang berkembang di Indonesia  saat ini dibagi menjadi 3 paham yakni,  radikal kiri (Raki),  radikal kanan (Raka) , dan radikal lainnya (Rala). Ketiga paham tersebut dapat diimplementasikan dalam bentuk radikal gagasan,  radikal separatis,  radikal milisi,  radikal premanisme serta radikal teroris. Lanjutnya,  paham-paham tersebut sangatlah berbahaya dan bertolak belakang dengan ideologi bangsa Indonesia. 

BACA JUGA: Danrem 064/MY Buka Penanaman Perdana Ketahanan Pangan Kodim Lebak

” Penyebaran paham radikal perlu diwaspadai karena sistem dan jaringannya terus bergerak. Paham tersebut tentunya sangat berbahaya terhadap kesatuan Negara  Kesatuan Republik  Indonesia  (NKRI)  ini, ” kata Kasdim. 

Dalam kesempatan  tersebut,  dirinya mengajak, kepada seluruh komponen masyarakat untuk tetap berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Mari  tolak paham radikalisme dan bersama-sama  jaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.