Bermula Cekcok di Medsos, Lengan Seorang Pelajar SMK Nyaris Putus Disabet Sajam

  • Whatsapp
Sajam
Barang bukti sajam yang digunakan bentrokan.

BANDARA SOEKARNO HATTA, REDAKSI24.COM- Berawal cekcok di media sosial, dua kelompok pelajar dari SMK Teknologi, Teluknaga dan SMKS Yadika 3, Jakarta Barat terlibat bentrok di Jalan Perimeter Utara, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten.

Akibatnya, salah seorang pelajar dari SMK Teknologi, Teluknaga dengan inisial R lengannya nyaris putus terkena sabetan senjata tajam.

Bacaan Lainnya

Menurut Kapolres Kota Bandara Soekarno Hatta (BSH), Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, bentrok antar pelajar yang terjadi pada 4 Agustus 2020 lalu itu, bermulal dari cekcok dua orang pelajar di media sosial. 

Kemudian, lanjut Kapolres, cekcok itu berlanjut ke chat pribadi, yang melibatkan teman-temannya di dua sekolah tersebut untuk melakukan tawuran di Kota Tangerang. Karena situasi di Kota Tangerang ramai, akhirnya mereka sepakat untuk bertemu di Jalan Perimeter Utara.

BACA JUGA; 4 Orang Begal Yang Dikomandoi Bocah Berusia 14 Tahun di Area Bandara Soekarno Hatta Dibekuk Polisi

” Di jalan Perimeter itu mereka tawuran dengan menggunakan berbagai senjata tajam,” kata Kapolres kepada wartawan, Kamis (13/8/2020). Sehingga tambahnya, lengan kanan R nyaris putus terkena sabetan.

Petugas Kepolisian yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut menangkap sebanyak 9 orang pelajar dari SMKS Yadika 3, Jakarta Barat. Mereka adalah AMP, APR, MFF, AFF, KR, ES, FSM, GA dan MF.

” Dari  9 orang yang kami amankan, dua diantaranya merupakan pelaku yang membuat tangan korban hampir putus,” kata Kapolres.

Sedangkan dua orang siswa yang menyulut emosi kawan-kawannya dengan cara cekcok di media sosial dan janjian tawuran, tidak terlibat dalam bentrok tersebut. ” Justru kedua orang pelajar yang memancing terjadinya bentrokan itu tidak ikut,” kata Kapolres.

BACA JUGA: Markas Polresta Bandara Soekarno Hatta Yang Baru Dibangun di Bobol Maling, 6 Pelaku Diciduk

Akibat perbuatannya itu, tandas Kapolres, mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU darurat RI no 52 dengan ancaman pidana 10 tahun, karena kedapatan membawa senjata tajam, dan Pasal 80 ayat 2 UU no 35 tahun 2014,tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Iqbal/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.