Berkat Porang, Bekas Pemulung Ini Sukses Jadi Milyader

oleh -
Petani Porang Madiun, Milyader,
Paidi petani porang asal Madiun yang sukses jadi milyader.

MADIUN,REDAKSI24.COM–Sungguh tidak ada yang menyangka jika seorang pemulung, yang saban hari keluar masuk kampung mencari barang rosok, akhirnya menjadi sosok miliarder. Ini bukan mimpi, melainkan kenyataan hidup. 

Adalah Paidi, 37 tahun, warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Madiun, Jawa Timur, bahkan bukan sekedar dikenal sebagai milyarder, melainkan dinobatkan sebagai guru budi daya tanaman porang di Indonesia.

Semenjak tahun 2010,  Paidi yang berpostur dan model rambutnya mirip pemain legendaris AC Milan Ruud Gullit, ini mulai menekuni budidaya Porang yakni tanaman umbi umbian dengan nama biologi, amorphophallus muelleri di tempat kelahirannya.

BACA JUGA: Keren, Walau Hanya Lulusan SD, Koimin Mampu Bina Puluhan Ribu Petani

Perkenalannya dengan tanaman bernama lain Iles iles, yang masih serumpun dengan Suweg dan Walurporang ini diawali sejak dia bertemu dengan salah seorang kawan se-panti asuhan di kawasan Kecamatan Saradan, Madiun. Dari situ Paidi dikenalkan, bahwa secara ekonomis porang merupakan tanaman yang bermasa depan terang. 

BACA JUGA: Jelang Masa Tanam Akhir Tahun, Dinas Pertanian Banten Jamin Stok Pupuk Bersubsidi

Budidaya Porang Paidi pun mengembang pesat. Namanya dikenal seantero Nusantara sebagai sosok pembudidaya porang, hingga bermetamorfosis menjadi seorang milyarder. 

Disitulah dia mulai disorot berbagai pihak, baik petani, pengusaha, maupun birokrat. 

“Puluhan ribu petani se-Indonesia silih berganti datang ke tempat saya. Intinya mereka ingin menimba ilmu tentang budidaya Porang,” tutur Paidi kepada jurnalis, Kamis (15/4/2021).

Menurut Paidi, para petani yang datang berguru kepadanya itu berasal dari berbagai belahan pulau di Indonesia. Seperti berbagai kabupaten di Bangka Belitung, Sumatera, Sulawesi, Timor, Kalimantan, Papua, Jawa dan pulau pulau lainnya. 

Rupanya bukan hanya para petani yang datang ingin berguru budidaya porang. Namun para pejabat birokrasi di bidang pertanian pun tak sedikit yang menimba ilmu kepadanya. 

“Pejabat dinas pertanian dari Bangka Belitung dan Sulawesi serta Jawa banyak yang kesini. Mereka ingin tahu budidaya porang untuk dikembangkan ke petani binaannya,” aku Paidi. 

Sedangkan dari segi bisnis, menurut Paidi, tak sedikit para pengusaha baik luar kita maupun luar pulau yang datang mengajak bekerja sama. Umumnya mereka siap memberikan dukungan permodalan, guna mengembangkan porang. 

“Dari ribuan petani luar pulau Jawa sudah banyak sekali yang akhirnya berhasil. Akhirnya mereka saya ajak bermitra. Hasil panen saya beli kemudian saya eksport,” tutur Paidi.

Untuk menaungi kelancaran usahanya, Paidi sejak tahun 2017 mendirikan perusahaan. Dia memberi nama PT. Indo Paidi Porang yang bermarkas di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Madiun, yang saat ini dijalankan belasan karyawannya.

Dijelaskan Paidi, hingga saat ini pihaknya sanggup mengekspor sebanyak 2.000 sampai 3.000 ton porang setiap tahunnya. Negara yang paling besar menerima ekspor porang adalah China dan Jepang. 

Diungkapkan Paidi, bisnis porang masih prospektif sampai puluhan tahun mendatang. “Sebab permintaan luar negeri masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan ketersediaan barang,” pungkas Paidi. (fin/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.