Berikan Kuliah Umum di UMT, Ketua MK Sebut Kepemimpinan Menurut Islam Sama dengan Konstitusi

oleh -
Berikan Kuliah Umum di UMT, Ketua MK Sebut Kepemimpinan Menurut Islam Sama dengan Konstitusi 
Sosialisasi Konstitusi/Hendra.

KOTA TANGERANG,REDAKSI24.COM-Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menyempatkan untuk memberikan kuliah umum tentang penyelenggaraan pemilihan umum di hadapan para dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada Jumat (4/6/2021) lalu. Dalam kuliah umum tersebut Anwar Usman menyampaikan tentang kepemimpinan menurut agama, bahwa pemimpin harus taat dengan azas konstitusi dan agama yang dipeluknya.

“Saya juga sudah sampaikan bagaimana kepemimpinan menurut Islam yang tentu saja sama dengan apa yang tadi oleh konstitusi, sehingga kalau ini dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka tentu negara Indonesia yang sejahtera lahir dan batin akan menjadi kenyataan, bukan sebuah impian,” ucapnya.

Menurut Anwar Usman, kaum akademi  yang nantinya menjadi pemimpin juga harus nasionalis dan religius.

BACA JUGA: Gandeng UMT, MK Sosialisasi Konstitusi di Lingkungan Kampus

“Saya sampaikan seorang agamawan, jadi agama manapun, universitas manapun lebih lagi UMT, caranya adalah taat agama ya taat konstitusi, taat UU, makanya kalau seorang yg disebut nasionalis maka dia seorang religius. Artinya kalau seseorang itu taat azas bernegara maka jelas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga Anwar Usman berbicara mengenai peran dan fungsi konstitusi bagi mahasiswa UMT.Menurut Anwar Usman, sosialisasi mengenai konstitusi perlu dilakukan oleh perguruan tinggi bahkan hingga sampai seluruh masyarakat. Tujuannya  agar masyarakat paham dan melek konstitusi.

BACA JUGA: Mereformulasi GBHN, Mahutama Dorong Perubahan Konstitusi Kelima

“Konstitusi itu perlu disosialisasikan, perlu diadakan pencerahan kepada seluruh rakyat Indonesia tentu yang paling depan yang harus bekerja sama dengan MK adalah perguruan tinggi termasuk UMT,” ujarnya.

Anwar Usman juga mengatakan,  kepemimpinan menurut agama harus taat dengan azas konstitusi dan agama yang dipeluknya.

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Pandemi Jadi Koreksi Total Sistem Pendidikan Indonesia

“Kepemimpinan menurut Islam tentu saja sama dengan konstitusi. Sehingga kalau ini dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka negara Indonesia yang sejahtera lahir dan batin akan menjadi kenyataan, bukan sebuah impian,” ucapnya.

Selain berbicara dalam kuliah umum bertema “Evaluasi terhadap pelaksanaan Pilpres 2019 dan Pilkada serentak 2020 dari perspektif Mahkamah Konstitusi” itu, kedatangan orang nomor satu di Mahkamah Konstitusi ini juga dalam rangka kerja sama dengan kampus UMT.

Anwar Usman mengatakan, kerjasama tersebut merupakan langkah awal bagi MK untuk memberikan sosialisasi konstitusi di sejumlah daerah.

“Ini langkah awal untuk pelaksanaan kegiatan ke depannya. Salah satunya mengenai sosialisasi konstitusi di beberapa daerah. Termasuk daerah-daerah yang mungkin selama ini jauh dari kota, misalnya di wilayah Banten barat. Insyaallah nanti akan dilaksanakan bersama,” kata Anwar Usman.

Rektor UMT Ahmad Amarullah menuturkan, pihaknya menyambut baik kesepakatan kerja sama tersebut. Terlebih lembaga negara dan perguruan tinggi saling memanfaatkan fungsinya dalam rangka membangun kesadaran masyarakat untuk taat terhadap azas konstitusi.

“Saya kira ini juga bagian dari tugas dalam implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, menyangkut aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan. Itu menjadi ruang lingkup kerjasama yang direalisasikan dalam kegiatan nyata antara MK dengan UMT,” tuturnya.

Menurut Amarullah berharap, kerjasama tersebut tidak berhenti saat MoU saja. Melainkan dapat segera direalisasikan, sehingga para mahasiswa di UMT bisa membangun kesadaran hukum terhadap masyarakat. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.