Berhasil Bangun 300 Balai Warga, Walikota Airin Berharap Masyarakat Aktif Memeliharanya

oleh -
Walikota Airin Balai warga Kota Tangsel

KOTA TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta)-nya telah berhasil membangun 300 balai warga dari total 500 RW yang ada di Kota Tangsel. Salah satunya Balai Warga yang berlokasi di RW 11 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang yang diresmikan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany pada Minggu (23/2/2020).

Dalam sambutannya Airin mengatakan, balai warga merupakan tempat berkumpulnya warga, sehingga menjadi pengikat tali silaturahmi antar warga. Oleh sebab itu, ia berharap agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Dengan adanya balai warga ini kami berharap bisa menjadi titik temu antar kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sehingga kembali diberdayakan. Selain itu, bisa menjadi bank sampah agar semakin digalakkan,” ungkap Airin.

Menurut Airin, memelihara balai warga menjadi hal yang lebih sulit dibanding proses pembangunannya. Untuk itu dirinya mengajak agar masyarakat mau berperan aktif dalam menjaganya. Menurut Airin jika ada kerusakan pembiayaanya bisa dimasukan kedalam program pemeliharaan, dengan anggaran dari dana kelurahan atau lainnya.

“Warga harus berperan penuh. Saya titip, ketika kami sudah membangun, maka pelihara lah layaknya punya sendiri,” harapnya.

Pembangunan balai warga di perumahan, lnjut Airin, bisa lebih cepat dilaksanakan karena perumahan memiliki fasos fasum, sehingga, bisa serah terima langsung dari pengembang kepada pemerintah.

Balai warga Kota Tangsel

Sementara itu, Kepala Bidang Permukiman Disperkimta Tangsel, Carsono menjelaskan, desain dan konsep balai warga adalah arahan dari Walikota Airin, yaitu, merealisasikan dan mengaplikasikan logo Tangsel, laiknya rumah Blandongan.

“Ibu Wali pun menginginkan agar satu RW terdapat satu balai warga. Sehingga, jika diratakan akan ada 700 balai warga di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel,” imbuhnya.

Sedangkan untuk anggaran balai warga Carsono menambahkan, diatas Rp 250 jutaan per satu unit. Karena, merupakan hasil lelang. Luasnya pun variatif tergantung tanah dan pihaknya hanya membangun dengan anggaran yang ditentukan.

“Untuk penambahan lainnya seperti CCTV dan keperluan lainnya, kami serahkan kepada warga yang mengelola,” jelasnya seraya mengatakan sebagian kewenangan dari Disperkimta dalam hal pemeliharaan yang bersifat ringan agar diturunkan ke kelurahan atau kecamatan sehingga tidak terlalu jauh birokrasinya dan memanfaatkan dana kelurahan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.