Berdiri Diatas Lahan Yang Akan Dijadikan Perluasan Masjid, Warga Protes Pembangunan Yayasan Nurul Hikmah

oleh -
Berdiri Diatas Lahan Yang Akan Dijadikan Perluasan Masjid, Warga Protes Pembangunan Yayasan Nurul Hikmah
Pmbangunan gedung Yayasan Nurul Hikmah di Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang yang diprotes warga./Ist.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Ratusan warga Kampung Putat RT 004/002, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis memprotes perluasan pembangunan Yayasan Pendidikan Nurul Hikmah yang ada di wilayahnya. Pasalnya pengurus yayasan tersebut  medirikan bagunan sekolah ditas lahan yang akan dipergunakan untuk perluasan lahan Masjid Al-Hikmah.

Salah satu Tokoh masyarakat, Alwani menjelaskan protes warga terhadap pembangunan perluasan gedung yayasan Nurul Hikmah tersebut telah disampaikan kepada pihak desa hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak hampir sebulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada tindakan  dari aparat pemerintah dan pembangunan gedung yayasan tersebut tetap berjalan.

“Kami sudah melayangkan surat keberatan mulai dari tingkat desa,kecamatan hingga ke Pemkab Tangerang melalui Dinas Perkim. Kami perkuat surat tersebut dengan dilampiri tanda tangan dari ratusan warga yang keberatan atas pelaksanaan pembangunan gedung yayasan di atas lahan yang akan dijadikan perluasan masjid,” ujar Alwani.

BACA JUGA: Petugas Temukan 838 Pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Tangerang

Menurut Alwani keberatan warga tersebut karena tanah seluas kurang lebih 300 meter yang dibangun oleh pihak Yayasan Nurul Hikmah itu merupakan bekas rumah H. Zamsari yang telah ditukar guling (ruilslag) dengan lahan wakaf masyarakat. Bahkan menurut Alwani untuk pembangunan rumah baru H. Zamsari di atas lahan waqaf tersebut juga menggunakan uang jariah masjid.

BACA JUGA: Terkait Jalan Tanjung Burung Kembali Longsor, Kepala DBMSDA Akui Perbaikan Yang Dilakukan Pemkab Tangerang Masih Bersifat Sementara

“Saat itu terjadi kesepakatan para warga dengan perluasan areal masjid, dilakukan penukaran secara ruislag antara H. Zamsari dengan pihak DKM yang disaksikan masyarakat, Kok tiba-tiba pihak yayasan malah mendirikan bangunannya di tanah tersebut,” terangnya kepaada Redaksi24.com, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA: Jelang Pileg 2024, Golkar Kabupaten Tangerang Upgrade ‘Mesin’ Partai

Alwani mengatakan pihak yayasan Nurul Hikmah yang dipimpin H. Mursyidi merasa tanah tersebut merupakan hak warisnya sangat aneh mengingat saat proses ruislag H.Mursyidi menghadiri bahkan dirinya yang saat itu duduk sebagai bendahara DKM Masjid Al-Hikmah yang justru yang melaksanakan pembangunan rumah bagi H. Zamsari

pembangunan sesuai kesepakatan perjanjian tukar guling. 

“Kami selaku masyarakat hanya meminta kepada pihak yayasan hayu kita ukur bersama-sama jika memang dia mengklaim tanah warisan dia masuk ke areal masjid,” tegasnya.

Menurut Alwani warga meminta pemerintah turun tangan terkait hal ini pasalnya ruilslag pembangunan rumah H. Zamsari dibangu menggunakan dana jariyah masjid, dan sudah sepantasnya tanah bekas rumah H. Zamsari seluas kurang lebih 300 meter tersebut menjadi milik masyarakat untuk dipergunakan dalam memperluas areal masjid.

“Kami juga pertanyakan kepada pihak yayasan. Dan jika memang yayasan ingin mendirikan bangunan sekolah, mana ganti lahan untuk pembangunan mesjid, semantara awalnya masyarakat sudah meruslah tanah wakaf untuk H. Zamsari, karena rumah H. Zamsari untuk digunakan memperluas areal masjid,” tukasnya.

Diwawancarai terpisah, Camat Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang Chaidir menerangkan, terkait permasalahan pembangunan yayasan Nurul Hikmah yang diduga dibanun di tanah wakaf masjid Al-Hikmah sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Permasalahan ini sudah kami serahkan kepada kuasa hukum masing-masing pihak, karena dari kami sendiri sudah melakukan mediasi namun tidak ada titik temu,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Redaksi24.com belum bisa mengkofirmasi masalah ini kepada pihak Yayasan Nurul Hikmah.(Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.