Berbulan-bulan Terlantar di Suriname, TKI Asal Pandeglang Akhirnya Bisa Pulang

  • Whatsapp
TKI Pandeglang

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM–Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Asal Pandeglang, Budi Utama Hakim (32) akhirnya bisa bernafas lega. Setelah selama berbulan-bulan terlunta-lunta di Suriname akibat menjadi korban penipuan oleh agen penyalur TKI Ilegal akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun redaksi24.com TKI yang tinggal di Kecamatan Jiput itu awalnya diberangkatkan oleh PT. Berjaya Putra Mandiri, yang beralamat di Bekasi Town Square (BETOS) Jl. Cut Mutiah Blok D6 Bekasi Indonesia pada Februari 2020. Namun, agen perusahaan itu diduga ilegal dan sudah tutup.

Bacaan Lainnya

Saat tiba, korban melarikan diri dari mess agency perusahaan di Suriname, karena kontrak kerja yang ditandatanganinya tidak sesuai dengan perjanjian. Sebab awalnya korban dijanjikan menjadi pelaut, akan tetapi dijadikan tukang sapu gudang selama tiga bulan lamanya di Suriname.

Beruntung kabar terkait nasib kurang beruntung Budi di Suriname sampai ke telinga  Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusuma. Mengetahui hal tersebut politisi Partai Demokrat ini melakukan berbagai upaya untuk bisa memulangkan Budi ke Indonesia. Rizki pun mendorong pihak Kementerian Luar Negeri, untuk segera memulangkan TKI asal Pandeglang yang mendapatkan perlakuan tidak sesuai dengan kontrak kerja di Suriname.

“Setelah mendapatkan informasi ada warga Pandeglang yang menjadi Korban penipuan oleh agen penyaluran TKI Ilegal di Suriname, saya langsung menghubungi Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, untuk segera mengkroscek kondisi Budi di Suriname melalui Kedutaan di Suriname,” ungkap Rizki, Selasa (13/10/2020).

Rizki juga mengaku, saat dirinya melakukan koordinasi dengan Direktur Perlindungan WNI pada Kemenlu, dan beruntung pihak dari Kemenlu sangat responsif.

“Alhamdulillah pada hari Senin kemarin, Budi Utama sudah tiba di tanah air dan bisa segera berkumpul lagi bersama keluarganya di wilayah Kecamatan Jiput,” katanya.

Diakui Rizki, hal itu sudah menjadi keharusan dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (DAPIL) Pandeglang dan Lebak, untuk memperjuangkan warganya yang menjadi korban para penyalur TKI ilegal atau praktik Human Trafficking (perdagangan manusia) yang dilakukan oleh perusahaan nakal. 

“Tentunya saya sebagai perwakilan dari warga masyarakat Pandeglang, yang duduk di Komisi I DPR RI maka sebisa mungkin saya akan membantu warga saya yang menjadi korban penipuan oleh agen-agen penyalur TKI Ilegal,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Bantuan Hukum pada Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha menyampaikan, jika Budi pulang ke Indonesia bersama dengan 14 TKI lainya yang berasal dari daerah lainnya di Indonesia, dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (12/10/2020) malam. 

Pasca dipulangkannya para TKI yang diiming-imingi menjadi Anak Buah Kapal (ABK) ini, nantinya akan menjalani karantina dan menjalani tes usap (Swab Test) di Wisma Pademangan sampai para ABK dinyatakan tidak terpapar Covid-19. 

“Untuk kepulangannya akan difasilitasi oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) ke daerah masing-masing. Tapi sebelumnya akan dilakukan tes usap dulu,” tuturnya.

Sementara, calon Bupati Pandeglang yang merupakan petahana, Irna Narulita mengaku, sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi pihak Kementerian Luar Negeri yang telah sama-sama bekerja keras dalam membantu memulangkan warga Pandeglang yang menjadi korban penipuan agen penyalur TKI di Suriname. 

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi bantuan dari Kemenlu, khususnya direktur perlindungan WNI, yang telah bersama-sama bekerja keras dalam membantu pemulangan warga kami yang terlantar di Suriname,”tandasnya. (Samsul Fathoni/Hendra).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.