Berbagai OKP dan Kemahasiswaan di Lebak Menyatakan diri Keluar Dari KNPI

  • Whatsapp
Cipayung plus
Deklarasi Cipayung Plus keluar dari KNPI Lebak.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Sejumlah Organisasi  Kepemudaan (OKP)  dan Kemahasiswaan  yang tergabung ke dalam Cipayung Plus Lebak menyatakan keluar dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dewan Pengurus Daerah  (DPD) Kabupaten Lebak.  

Pernyataan sikap tersebut dilakukan oleh beberapa OKP dan kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO),  Gerakan  Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),  Ikatan Mahasiswa  Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ,  dan  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten  (Pemkab) Lebak,  Rangkasbitung,  Senin (14/9/2020).

Bacaan Lainnya

“Atas berbagai pertimbangan dengan ini kami menyatakan sikap untuk keluar dari struktur  KNPI,” kata Endang,  perwakilan Cipayung Plus Lebak saat membacakan deklarasi.

Endang mengatakan,  sikap tegas tersebut diserukan oleh Cipayung Plus Lebak dengan melihat kondisi KNPI Lebak yang dinilai tidak memiliki  kontribusi dalam memenuhi segala kepentingan, kebutuhan,  dan menyediakan ruang bagi gerakan organisasi  Kemahasiswaan dan OKP di Kabupaten  Lebak. Padahal,  organisasi Kemahasiswaan  dan OKP sendiri merupakan ruh dari KNPI. 

BACA JUGA: 3 Mantan Aktivis HMI Bertaruh Rebut Jabatan di KNPI Lebak

“Ini tercermin dari berbagai  kegiatan keorganisasian yang digelar KNPI Lebak,  namun nyatanya kegiatan tersebut maupun agenda-agenda KNPI lainnya tidak mengundang  bahkan melibatkan Cipayung  Plus Lebak,” kata Endang yang juga Ketua GMNI Lebak.

Selain mendeklarasikan  diri keluar dari struktur  KNPI Lebak, Cipayung Plus juga mendesak Pemkab Lebak untuk lebih responsif dalam melakukan pelayanan kepemudaan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Karena, kata Endang,  dalam pembaharuan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis, sehingga perlu dikembangkan potensi dan peranannya melalui penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Serta, pemuda juga sangat berperan aktif dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia sebagai ujung tombak dalam menghantarkan bangsa dan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Karena itu, perlu adanya dukungan dari Pemerintah dalam pengembangan organisasi  Kemahasiswaan  dan OKP di daerah.

“Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, diperlukan pemuda yang berahlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri dan profesional. Sehingga untuk membangun pemuda, diperlukan pelayanan kepemudaan dalam dimensi pembangunan disegala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah, ” tandasnya.

BACA JUGA: Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Kampanyekan Pendidikan Gratis

“Dengan ini kami  Cipayung Plus dan Pemuda Kabupaten Lebak secara insyaf dan sadar untuk mengeluarkan sikap tersebut. Semoga, pernyataan sikap ini bisa menjadi bukti dan bisa dipergunakan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya,” tutup Endang. 

Untuk diketahui,  DPD KNPI Lebak sendiri tengah mengalami mati suri, dengan masa kepengurusan DPD KNPI Lebak yang saat ini dipimpin oleh Samsu Rizal telah habis masa kepengurusannya sejak bulan April 2020. Namun,  hingga bulan September  2020, DPD KNPI Lebak belum melakukan  Musda,  dan memperbarui masa kepengurusannya yang sudah kadaluarsa. (Yusuf/Aan )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.