Berbagai Komponen Masyarakat Desak Polri Usut Penyelundupan Harley Davidson

  • Whatsapp
Garuda Indonesia A330-900neo - istimewa.

JAKARTA REDAKSI24.COM–
Berbagai komponen masyarakat, mendesak Polri untuk mengusat tuntas kasus penyelundupan komponen Harley Davidson yang diduga melibatkan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Ari Ashkara.

Desakan tersebut datang dari Lembaga kajian strategis kepolisian Indonesia (Lemkapi). Bahwa kasus itu tidak cukup berhenti pada pencopotan jabatan Ari Ashkara dari Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Melaikan harus diproses dengan tindak hukum pidana

Bacaan Lainnya

“Kami minta Bareskrim Polri menindak lanjuti masalah ini dengan cepat dan segera melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada redaksi24.com, Sabtu (7/12/2019).

Pasalnya, kata Edi, kejahatan yang dilakukan oleh Ari Ashkara, selain telah merugikan keuangan negara, juga berindikasi adanya persekongkolan di dalam internal perusahaan penerbangan nomor satu milik negara itu. Harapan yang perlu segera dilakukan, kata Edi adalah tindakan dari Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan agar kasus tersebut terkuak.

“Siapa saja yang terlibat dalam persekongkolan ini harus diproses secara hukum, termasuk jika ada oknum pejabat negara lainnya. Karena perbuatan itu sudah sangat merugikan dan memalukan,” kata Edi.

Sebelumnya, Indonesian Police Watch (IPW) juga menyuarakan hal yang sama. Direktur IPW Neta S. Pane mengatakan, penjatuhan sanksi terhadap Dirut PT. Garuda Indonesia itu tidak hanya cukup dengan mencopot jabatannya, polisi juga mesti melakukan tindakan berupa penahanan terhadap pelaku karena telah merugikan negara miliaran rupiah.

“IPW mendesak Polri, khususnya Direskrimsus Polda Metro Jaya jangan tutup mata atau tebang pilih dalam menangani kejahatan, terutama yang melibatkan pejabat negara,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi24.com, Jumat (6/12/2019) lalu.

Sementara itu, Komisi III DPR RI juga turut bicara. Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni meminta Polri mengusut dugaan penyelundupan yang dilakukan Ari Ashkara. Komisi III DPR menilai Ari Ashkara telah membuat citra buruk nama Garuda selaku perusahaan negara.

“Saya minta Polri segera memeriksa dugaan pidana yang dilakukan Dirut Garuda, Ari Askhara,” kata dia.

Apalagi, tambah dia, Menteri BUMN Erick Thohir, telah menyampaikan secara langsung, apa yang dilakukan oleh Dirut
PT. Garuda Indonesia itu, telag merusak nama baik PT. Garuda Indonesia yang merupakan perusahaan pelat merah di Tanah Air.

Bahkan, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza menimbang, Erick Thohir perlu membentuk tim khusus guna menelusuri dugaan pelanggaran lain yang dilakukan direksi PT Garuda. Faisal menduga ada modus lain yang dilakukan Dirut Garuda itu untuk menguntungkan kepentingan pribadinya.

“Kita menduga ini hanya satu dari sekian modus operandi. Sebaiknya Menteri BUMN membentuk tim investigasi agar hal yang sama dan terjadi sebelumnya ikut pula diperiksa,” ujarnya.

Sementara itu pihak Kepolisian Metro Jaya mengaku masih menunggu penanganan kasus tersebut oleh tim operasi Bea dan Cukai. Setelah itu baru akan dilakukan koordinasi selanjutnya untuk penindakan hukumnya.

BACA JUGA:

IPW Desak Polda Metro Jaya Usut Penyelundupan Harley Davidson yang Libatkan Dirut Garuda

Berdasarkan perhitungan Kementerian Keuangan, potensi kerugian negara akibat penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton itu antara Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Adanya potensi kerugian tersebut, menurut Menteri BUMN Erick Thohir, dapat memberatkan para oknum yang terlibat penyelundupan secara perdata dan pidana.

Dengan adanya kasus ini, Erick berkomitmen mengkaji direksi dan komisaris Garuda Indonesia. Dia juga akan menunjuk pelaksana tugas Dirut sambil menjalankan proses rapat umum pemegang saham luar biara. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.