Bentrokan Antar Ormas di Pinang Dinilai Kesalahan PN Tangerang Dalam Menentukan Objek Lahan Eksekusi

  • Whatsapp
Tmre
Pihak PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) gelar jumpa pers.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM-Sengketa lahan 45 hektar di kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang sempat menimbulkan bentrokan antar Ormas semakin memanas.

Bahkan PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) yang mengklaim lahan tersebut miliknya, menuding Pengadilan Negeri (PN) Tangerang melakukan eksekusi di objek lahan yang salah pada tanggal 7 Agustus 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Juru bicara PT TMRE, Manusun Hasudungan Purba mengatakan, karena kesalahan objek lahan tersebut, maka Kapolres Metro Tangerang mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Tangerang agar menunda pelaksanaan eksekusi, namun tidak digubris dan eksekusi dilanjut, sehingga menimbulkan bentrokan antar Ormas yang pro dan kontra atas eksekusi tersebut

“Sebelum dilakukan eksekusi,  BPN Tangerang juga sudah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa surat tanah yang menjadi dasar eksekusi tidak terdaftar di BPN Tangerang,” kata Manusun.

BACA JUGA: Bentrokan Antar Dua Kelompok Massa Terjadi di Depan Kantor Kecamatan Pinang

Manusun menjelaskan,  pihak PT TMRE bersama masyarakat setempat masih mempunyai hak seluas 15 hektar atas 45 hektar lahan yang disengketakan. Karenanya PT TMRE dan masyarakat setempat memilih untuk tetap bertahan.

Namun ketika disinggung apakah PT TMRE anak perusahaan dari PT Alam Sutera tbk, yang merupakan  pengembang besar di Tangerang, Manusun enggan menjawab dan hanya mengatakan, “silahkan konfirmasi ke Alam Sutera,” katanya.

BACA JUGA: Buntut Dari Bentrokan di Pinang Beberapa Masyarakat Diamankan Karena Bawa Sajam

Sementara itu,  perwakilan warga kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Minarno mengaku  terusik dengan adanya kericuhan sengketa lahan beberapa waktu lalu.

“Terlepas melibatkan perusahaan apa, ini semua  karena kesalahan administrasi aparatur negara yang tidak becus, sehingga wilayah kami yang semula adem dan tidak pernah ada kericuhan, jadi ramai,” katanya.

Hingga berita ini disusun, pihak Pengadilan Negeri Tangerang belum bisa dikonfirmasi. (Beb/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.