Bendahara Dinas Pendidikan Banten Diperiksa Kejati

  • Whatsapp
Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Holil Hadi, membenarkan pemeriksaan terhadap bendahara Dindik Banten.

REDAKSI24.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memanggil saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan gedung Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMA/SMK negeri di Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dindikbud) Provinsi Banten. Saksi pertama yang dipanggil Kejati adalah Bendahara Pengeluaran Dindik Banten, Heti Septiana, Rabu (28/9/2019).

Heti datang ke Kejati Banten sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung memasuki ruang pemeriksaan. Hampir 3 jam Heti diperiksa. Memasuki waktu istirahat, Heti mengatakan dirinya ditanya seputar tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Bendahara pengeluaran Dindik Banten, terutama bagaimana arus pengeluaran uang dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

“Belum sampai ke pokok materi penyelidikan,” katanya sambil sedikit berlari keluar.

BACA JUGA:

. Tiga Kasus Dugaan Korupsi di Banten Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

. Ade Irawan Ajak Aktivis Ungkap Dugaan Pungli di Lapas Serang

. ALIPP Kawal Terus Kasus Pengadaan  Komputer Dindik Banten

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Holil Hadi mengatakan, pemeriksaan ini merupakan awal dari proses penyelidikan terhadap adanya laporan dugaan korupsi dalam pengadaan lahan USB SMA/SMK.

“Iya. Ada pemanggilan satu orang dari Dindik Banten. Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangannya,” katanya kepada Redaksi24.

Pembangunan USB itu rencananya bakal dilakukan di 16 lokasi, dengan alokasi anggaran Rp89,965 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten 2018. Namun pembangunan itu gagal dilaksanakan. Sementara Dindik Banten sudah menggelontorkan dana Rp700 juta untuk belanja jasa konsultan melakukan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.