Belum Selesai Dibangun Sudah Runtuh, Puskesmas Bojong Pandeglang Rapuh

  • Whatsapp
puskesmas runtuh
Puskesmas Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang sedang dalam proses pembangunan, tiba-tiba runtuh tanpa sebab yang pasti.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bangunan Puskesmas Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang baru dikerjakan kontraktor CV Bulan Sabit, tiba-tiha saja runtuh tanpa sebab. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kontruksi bangunan yang rapuh alias tidak berkualitas.

Padahal, pembangunan Gedung Puskesmas Bojong Dinas Kesehatan Pandeglang, yang menelan APBD Pandeglang 2019 sebesar Rp 3,5 miliar tersebut, masih dalam proses pengerjaan alias belum rampung 100 persen. Bahkan proyek tersebut, beberapa waktu lalu sempat di Sidak Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi bangunan Puskesmas yang rapiuh tersebut, seorang anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Nasdem, Yangto mengaku, ambruknya bagian bangunan Puskesmas yang dikerjakan pihak kontraktor, salah satu bukti kualitas bangunan rendah. Sebab, runtuhnya bangunan itu bukan karena bencana alam seperti gempa.

“Ini menandakan kualitasnya buruk. Maka saya minta kepada pihak kontraktor jangan asal dalam melaksanalan pembangunan, karena nantinya yang merugikan masyarakat,” ungkap Yangto, Kamis (5/12/2019).

BACA JUGA:

. Wabup Pandeglang Warning Kontraktor Proyek 2 Puskesmas

. Wabup Pandeglang Akui Proyek Sekolah Lebih Baik Swakelola

. Sidak, Wabup Pandeglang Temukan Proyek Lamban

Pihaknya juga mengaku kecewa terhadap kontraktor CV  Bulan Sabit yang melaksanakan proyek pembangunan Puskesmas tersebut. Karena hasil pekerjaannya jelek, sehingga mudah ambruk. “Saya akan koordinasi dengan jajaran komisi III DPRD Pandeglang, agar memanghil pihak Dinas Kesehatan, supaya memberikan sanksi kepada pihak kontraktor yang melaksanakan proyek Puskesmas Bojong itu,” katanya.

Anggota DPRD dari Komisi IV itu juga mengaku, jika hasil pembangunannya buruk, tentu bisa menghambat juga terhadap pelayanan kesehatan. Untung saja kata Yangto, runtuhnya Gedung Puskesmas belum digunakan, sehingga tidak sampai menelan korban.

“Coba saja kalau bangunan itu ambruk pada saat berjalannya aktivitas di Puskesmas itu. Bisa saja reruntuhan itu menimpa warga, makanya saya minta pihak Dinkes harus memberikan sanksi tegas terhadap kontraktornya,” tegas Yangto.

Diakuinya, runtuhnya bagian bangunan Puskesmas yang baru dikerjakan pihak kontraktor itu, bisa jadi karena lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait atau konsultan pengawasnya, sehingga pelaksana kegiatanpun asal saja dalam melakukan pekerjaanya.

“Pada intinya saja tegaskan, pelaksana kegiatan dan Dinas Kesehatan serta konsuktan pengawasnya bertanggungjawab. Karena bangunan itu untuk kepentingan masyarakat dalam pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bojong, Yani mengaku, bagian bangunan Puskesmas yang runtuh itu adalah dak dengan panjang sekitar 8 meter. Namun sekarang mulai diperbaiki lagi oleh pihak pelaksananya.

“Mungkin karena corannya masih basah. Tapi untung saja pas kejadian sedang tidak ada orang di bawahnya, jadi tidak menimbulkan korban,” katanya.

Diakuinya, pembangunan Puskesmas itu saat ini masih berjalan, adapun target waktu pelaksanaan hingga tanggal 9 Desember nanti. Diharapkannya, pihak kontraktor bisa menyelesaikan pembangunan sesuai target waktu yang ditentukan, selain itu juga kualitas bangunan diperhatikan.

“Kami ingin kualitas bangunan diperhatikan, jangan sampai bangunan itu runtuh lagi. Selain itu kami ingin proses pembangunan selesai tepat waktu, karena selama ini kami numpang di kantor Kecamatan Bojong dalam melaksanakan pelayanan kesehatan,” taandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.