Begini Prediksi Tren Bisnis Digital Setelah COVID-19

  • Whatsapp
Bisnis Digital.
Ilustrasi Bisnis Digital/Istimewa

JAKARTA,REDAKSI24.COM–Partner, Leader of Mckinsey Digital Labs North Asia, Dilip Mistry, mengatakan bahwa pergeseran kebiasaan konsumen akan mengubah tren bisnis digital di masa pandemi dan pascapandemi.

Melalui siaran virtual bersama Gojek Xcelerate, Rabu, Mistry menyebutkan terdapat enam poin utama terkait perubahan, dan implikasi untuk membangun bisnis di masa kini dan mendatang.

Bacaan Lainnya

“Pertama adalah e-commerce dan model online akan berkembang di (model bisnis) B2C dan B2B, dan memberi dampak positif bagi mereka yang bergerak cepat dari omni-channel ke all-digital,” kata Mistry.

BACA JUGA: Untuk Penerbitan HAC, KKP Bandara Soetta Siapkan Sistem Digital

Menurut dia, hal ini didorong dengan adanya perubahan dimana konsumen dan pelaku bisnis lebih memilih untuk berbelanja secara daring secara signifikan.

Lebih lanjut, perubahan gaya bekerja yang bisa dilakukan secara remote atau jarak jauh juga ia nilai akan membuat tim menjadi lebih fleksibel dan memperkuat kegesitan dan efisiensi pekerjaan, meskipun tak bertatap muka langsung.

Selanjutnya, Mistry mengatakan bahwa adanya kesenjangan baru dalam rantai pasokan dan lonjakan permintaan untuk layanan dan produk yang sebelumnya tidak ada pun juga akan menggeser tren bisnis digital.

“Rantai pasokan yang lebih sederhana dan lebih fleksibel akan lebih berhasil, dan seluruh industri akan beralih ke model online seperti pembelajaran, layanan kesehatan, dan bahkan layanan rumah tangga,” kata dia.

BACA JUGA: Dampak Covid-19, Para Pengusaha Kedai Kopi Menjerit karena Alami Penurunan Omset

Sementara, dua poin terakhir adalah bahwa rupanya adanya pandemi COVID-19 menggugah fokus pada infrastruktur yang terhubung untuk memenuhi peningkatan konsumsi yang tiba-tiba. Dan karena kerja remote sudah semakin wajar, rupanya dapat berpengaruh ke lingkungan sekitar menjadi lebih bersih.

“Dan yang terakhir, kualitas udara meningkat karena berkurangnya polusi udara dan emisi CO2 secara signifikan,” kata Mistry.

“Hal ini menimbulkan alternatif baru yang sustainable untuk solusi bisnis tradisional, terutama dalam energi, yang akan mendapatkan daya tarik pelanggan yang lebih kuat,” pungkasnya.(Ant/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.