Begini Pengakuan Staf Kecamatan Kresek yang Diduga Pungli

oleh -
Pungli Kecamatan Kresek
Kantor Kecamatan Kresek

REDAKSI24.COM – Karmila Dewi, seorang staf Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang belakangan menjadi perbincangan warganet pasca viralnya video dugaan aksi pungli yang dilakukannya, mulai membuka suara. Dari keterangan pers yang diterima Redaksi24.com, staf non PNS itu mengaku tidak pernah meminta dan menerima uang dari warga sebagai imbalan atas pelayanan pembuatan akta kelahiran di Kecamatan Kresek.

Ia menceritakan, viralnya video dugaan aksi pungli tersebut berawal saat dirinya masuk ke dalam ruang pelayanan di Kecamatan Kresek. Saat tengah duduk dan berbincang dengan seorang staf lainnya, ia melihat Ahmad Sihabudin si pemilik video yang saat itu hendak membuat akta kelahiran sudah ada di dalam ruang pelayanan.

Dirinya mengaku, saat itu, tidak ada sama sekali pembicaraan terkait meminta imbalan pelayanan, baik dengan teman stafnya maupun dengan Ahmad Sihabudin. Ia juga tidak tahu menahu urusan Ahmad di Kecamatan Kresek.

“Saat itu saya hanya ngobrol sebentar dengan teman di sebelah saya, tetapi bukan masalah orang tersebut yang mengambil akte, dan saya juga tidak berbicara masalah uang dan meminta uang,” tutur Karmila, Jumat (30/8/2019).

BACA JUGA:

. Camat Konfrontir Pemilik Video dan Staf Kecamatan Kresek

. Bupati Tangerang Minta Inspektorat Periksa Video Pungli di Kecamatan Kresek

Ia menjelaskan, di Kecamatan Kresek dirinya bertugas di loket register KTP, bukan di loket pengambilan. Menurut dia, hal itu dapat menguatkan pengakuan dirinya yang sama sekali tidak melakukan aksi pungli seperti yang dituduhkan dalam video tersebut.

“Saya bertugas di loket register bukan loket pengambilan, jadi saya tidak mungkin meminta dan menerima uang seperti apa yang orang lain tuduhkan,” akunya.

Sementara itu, Camat Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Zaenudin mengatakan, pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang siang tadi telah melakukan investigasi terkait viralnya video dugaan pungli tersebut.

“Hari ini Inspektorat sudah melakukan investigasi terkait viralnya video yang diduga pungli, kami menunggu hasilnya,” katanya.

Ia juga menegaskan, Staf Pelayanannya di Kecamatan Kresek tidak pernah meminta imbalan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. “Saya tanya kepada seluruh staf pelayanan, staf saya tidak pernah meminta uang kepada orang yang memang mengurus akte kelahiran, sekali lagi saya menegaskan tidak pernah meminta,” tegasnya (Ricky/Difa)