Begini Cara Hotel Wisata di Pandeglang Bertahan Ditengah Covid-19

  • Whatsapp
wisata pandeglang
Hotel Kawasan Wisata Tanjung Lesung tetap buka ditengah pandemi covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Pengelola objek wisata hotel Tanjung Lesung Pandeglang, Banten, menyediakan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan bagi para pengunjungnya. Cara itu sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19 di kawasan wisata.

Pengelola wisata Hotel Tanjung Lesung, Widiasmanto mengatakan, meski wisata pantai saat ini ditutup, tapi kalau untuk hotel masih tetap buka dan menerima tamu. Meskipun begitu, kata Widi, pihaknya menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Bacaan Lainnya

“Setiap tamu yang akan berkunjung kami lakukan pemeriksaan kesehatan, diketahui riwayatnya dari mana, dilakukan pengecekan suhu tubuhnya. Karena kami di sini menyiapkan tenaga medis untuk memeriksa setiap tamu Hotel,” ungkap Widi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2020).

Menurut Widi, pemerintah tidak melarang hotel beroperasi selama SOP covid-19 itu dijalankan. Bahkan pihaknya menyiapkan tenaga medisi khusus yang standbay setiap saat, karena itu bagian dari pencegahan penyebaran covid-19.

“Kalau Hotel Tanjung Lesung kebetulan buka karena suasana lebih bersih, mungkin lebih cocok. Karena kekuatan Wi-Fi bagus, sehingga tamu bisa sambil berlibur dan bekerja di hotel,” katanya.

Saat ditanya dari mana petugas medis yang disiapkan tersebut. Widi mengaku, untuk tenaga medis itu dari wisata Hotel Tanjung Lesung, karena selama ini pihaknya sudah memiliki tenaga medis khusus.

“Kami memang punya tenaga medis khusus. Makanya meskipun hotel tetap buka saat pandemi, tapi SOP covid-19 kami terapkan sesuai kebutuhan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Lanjutnya, alasan tetap dibukanya wisata Hotel Tanjung Lesung saat pandemi covid-19, agar seluruh karyawan tetap bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. “Hotel tetap buka supaya tidak ada PHK. Namun tetap menerapkan SOP covid-19, karena kesehatan itu penting,” tuturnya.

Berbeda dengan wisata Hotel Mutiara Carita. Seorang pengelola Hotel Mutiara Carita, Uding menyebut, untuk saat ini dibuka maupun ditutup kondisisnya sama saja. Karena, kata dia, wisatawan juga sudah memahami kondisi pandemi covid-19, sehingga selama pandemi tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Hotel Mutiara Carita.

“Wisatawan juga memahami kondisi seperti ini, dan kamipun sebagai pengelola juga punya rasa kekhawatiran ketika ada kunjungan wisatawan,” tuturnya.

Meski demikian, kata Uding, pihaknya tidak melakukan PHK para karyawan, hanya saja selama masa pandemi covid-19 ada pengurangan jam kerja. “Karyawan kami tetap bekerja tidak ada yang dirumahkan. Namun jam kerja dikurangi,” ujarnya.

Saat ditanya aktivitas apa saja yang dijalankan para karyawan selama masa pandemi covid-19,  Uding mengaku, bersih-bersih lingkungan hotel dan aktivitas lainnya. Sejauh ini belum ada aktivitas pelayanan tamu karena tidak ada kunjungan.

“Selama pandemi covid-19 income kami menurun drastis. Namun kami tetap berupaya agar tidak terjadi PHK terhadap karyawan,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.