Beberapa Karyawannya Terpapar Covid-19, PT Pemi Balaraja Diminta Shutdown

  • Whatsapp
rapid tes
Ilustrasi Covid-19.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dua orang karyawan PT. Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI) di kawasan Industri Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Diketahui dua karyawan tersebut berinisial HM, laki-laki, yang meninggal seminggu lalu dan telah dimakamkan dengan protokol Covid-19. Satu karyawan lainnya berinisial SWD yang meninggal pagi tadi (Minggu, 26/4/2020) di RS Awal Bros Tangerang.

Bacaan Lainnya

Keduanya diketahui reaktif Covid-19 dari hasil rapid test dan saat ini telah menunggu hasil swab dari rumah sakit.

Bahkan, saat ini dua karyawan PT Pemi lainnya yakni PRN dan RBY diketahui Positif Covid-19 lantaran pernah tinggal satu RT dengan korban SWD di Perum Villa Balaraja.

Atas kejadian tersebut, salah seorang tenaga medis atas nama Dr Arius Karman, MARS mencoba mengirim surat Elektronik kepada Ketua DPRD dan Bupati Tangerang. Dalam surat yang viral di media sosial itu, ia merasa prihatin dengan adanya korban positif Covid-19 di wilayah Balaraja.

Keperihatinan tersebut dikarenakan hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak perusahaan untuk melakukan ‘Shut Down’ kegiatan produksi selama 14 hari. Kasus Covid-19 ini dikhawatirkan akan menjadi tragedi besar di Balaraja apabila tidak ditangani dengan serius.

BACA JUGA:

Dampak Covid-19, 50 Persen Pabrik di Kabupaten Tangerang Rumahkan Karyawannya

Jumlah PDP Meninggal Dunia di Kabupaten Tangerang Meningkat

Menanggapi hal ini Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komisi III Achmad Supriyadi mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Dirinya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan dan Kadis Tenaga Kerja, agar segera dilakukan follow up dan tracing mulai dari tempat tinggal korban sampai ke lokasi perusahaan.

Politisi partai PDI P ini juga meminta secara tegas protokol Covid-19 harus dilaksanakan menyeluruh.

“Dan alhamdulillaah kadisnaker dan kadis kesehatan akan segera melakukan follow up bahkan jajaran polres kota tangerang juga sudah saya minta untuk antisipasi,” tuturnya kepada Redaksi24.com, Minggu (26/4/2020).

Ia menambahkan, pihak perusaan PEMI juga harus siap di shut down sebagian atau keseluruhan selama masa inkubasi. (Ricky/Aan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar