Bawaslu Temukan 375 Kasus Pelanggaran Prokes Kampanye Pilkada

  • Whatsapp
Bawaslu menemukan 375 kasus pelanggaran prokes pada 10 hari kedua kampanye Pilkada 2020
Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020), menyatakan, pihaknya menemukan 375 kasus pelanggaran protokol kesehatan pada 10 hari kedua pelaksanaan kampanye Pilkada 2020.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan 375 kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dimana jumlah ini meningkat hingga dua kali lipat hingga 10 hari kedua penyelenggaraan tahapan kampanye Pilkada serenta 2020.

Anggota Bawaslu  RI Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kegiatan kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas.

Bacaan Lainnya

“Temuan Bawaslu menunjukkan, pelanggaran prokes pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6 hingga 15 Oktober sebanyak 375 kasus,” kata dia.

Kata Afifuddin, angka tersebut bertambah 138 dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye  pilkada yaitu pada 26 hingga 5 Oktober lalu dengan jumlah pelanggaran prokes 237 kasus.

BACA JUGA: Bawaslu Sebut 700 Kasus Pelanggaran Netralitas ASN Sudah Diteruskan ke KASN

Bawaslu, menurutnya,  menindaklanjuti pelanggaran tersebut dengan menerbitkan peringatan tertulis untuk pasangan calon dan atau tim kampanye, hingga tindakan pembubaran kampanye.

Kemdian, Bawaslu juga menerbitkan sebanyak 233 surat peringatan tertulis pada periode kampanye 10 hari kedua. Jumlah itu meningkat sebanyak 163 surat dibandingkan pada 10 hari pertama.

“Pada 10 hari pertama kampanye hanya  70 surat peringatan tertulis,” ucapnya.

Sedangkan sanksi berupa pembubaran kampanye pada 10 hari kedua kampanye ada sebanyak 35 tindakan. Pada 10 hari pertama kampanye pilkada jumlah sanksi berupa pembubaran sebanyak 48 tindakan.

Peningkatan jumlah pelanggaran prokes dibandingkan pada 10 hari kampanye pertama berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas atau tatap muka.

“Bawaslu mencatat, ada sebanyak 16.468 kegiatan kampanye pertemuan terbatas di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye yaitu sebanyak 9.189 kegiatan kampanye,” pungkas Afifuddin.(Boyke/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.