Bawaslu Tangsel Diminta Usut Tuntas Broadcast Dugaan Pengerahan Suara ASN Jelang Pilkada

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Broadcast pesan permintaan data Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tokoh masyarakat di tingkat kelurahan Kota Tangerang Selatan yang diduga untuk mengerahkan suara menjelang Pilkada Tangsel 2020 harus diusut tuntas.

“Bawaslu Tangsel mesti bergerak cepat menelusuri surat atau pesan edaran tersebut untuk apa. Kenapa yang ditanya cuma pegawai, tokoh agama dan lainnya,” kata Pengamat Politik, Adi Prayitno saat dikonfirmasi masalah maraknya pesan singkat itu, Selasa (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Apalagi saat ini, katanya, jaman sudah canggih dan digitalisasi. Bawaslu tentunya tidak akan sulit menelusuri masalah tersebut Masak untuk menelusuri masalah tersebut. “Persoalan tersebut harus segera dituntaskan, lantaran akan menimbulkan beragam asumsi publik. Terlebih, Kota Tangsel akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Desember 2020 mendatang,” kata dia.

BACA JUGA: Tahapan Pilkada Tangsel 2020 Dimulai 15 Juni, KPU Tunggu Peraturan Pusat

Karena lanjutnya, dengan adanya persoalan itu tentu masyarakat akan bertanya-tanya, sebenarnya  untuk apa data itu. Mengingat data tersebut bukan hal biasa dan sudah tersebar ke tiap kecamatan dan RT RW. “Menyelesaikan masalah ini nggak bisa nebak-nebak, harus ada investigasi. Bawaslu sebagai aparat yang  berwenang untuk mengusut persoalan ini harus bergerak cepat, jangan hanya berasumsi dan prasangka, karena semua itu nggak bisa dijadikan dasar,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep mengatakan, pihaknya masih menelusuri sumber dari adanya broadcast di WhatsApp grup yang meminta data ASN hingga tokoh masyarakat untuk persiapan Pilkada tersebut. 

Acep mengaku, pihaknya sudah memanggil beberapa ASN yang diduga sebagai penyebar dari pesan tersebut. Yakni, Sekretaris Kelurahan (Sekel) Jurang Mangu Timur dan Camat Pondok Aren.

“Dari  dua orang tersebut, kami mendapatkan keterangan berbeda. Sekel mengaku mendapat pesan tersebut dari Camat Pondok Aren dengan bukti percakapan yang dimiliki. Sedangkan Camat Pondok Aren sendiri tidak mengakui, bahwa dirinya tidak pernah mengirim pesan permintaan data tersebut,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Diduga Curi Start Kampanye Pilkada Tangsel, Benyamin Davnie Dipanggil Bawaslu

Lebih lanjut, Acep menerangkan, hasil dari pengakuan kedua belah pihak itu nantinya akan diuji melalui sidang pleno. 

“Jadi nanti semua keterangan yang didapat akan diuji oleh masing-masing pimpinan pleno. Kalau saya lihat, ini kan kita melihat dari broadcast yang sudah tersebar di media. Broadcast ini kan yang kita cari itu soal, adakah pengerahan, ASN itu kan tidak boleh berpihak, tidak boleh menyuruh mengarahkan dan sebagainya,” terang Acep.

Karena itu, tambahnya, pihaknya perlu statement dari orang yang mengirimkan broadcast itu dan ini masih proses penelusuran. Artinya, prosesnya masih panjang. Setelah penelusuran nanti akan dialihkan ke penanganan pelanggaran, jika terbukti ada pelanggaran akan dilimpahkan ke Komisi ASN,” pungkasnya. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.