Bawaslu Sebut KPUD Tangsel Harus Sinkronisasikan DPS Dengan Disdukcapil

  • Whatsapp
Bawaslu tangsel
Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM-Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada Kota Tangerang Selatan 2020 dalam rapat pleno terbuka masih terdapat data yang tidak sinkron antara KPUD dan 

Disdukcapil Tangsel dengan selisih 25 pemilih. Karenanya harus dilakukan perbaikan. Bila tidak, dapat membahayakan atau membuat cacat hukum dalam prosesi kontestasi pemilihan wali kota dan wakil walikota di Tangerang Selatan.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal itu, Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep meminta penjelasan kepada KPUD Kota Tangsel terkait angka-angka selisih yang nantinya dapat menjadi bumerang dalam pelaksanaan kontestasi politik di Kota Tangsel bila sudah ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

Berdasarkan rapat pada 13 September 2020 lalu, kata dia,  KPUD  tidak memberikan data yang sesuai nama dan alamat pemilih. Namun, yang dimunculkan oleh KPUD hanya akumulasi jumlah pemilih sebanyak 924.602 orang. 

BACA JUGA: Waduh, Data Pemilih Antara Bawaslu dan KPU Tangsel Berbeda

Padahal kata Acep, dalam teori DPT pemilih adalah  yang memiliki e-KTP Kota Tangsel. Sementara dalam laporan Disdukcapil setempat per tanggal 8 Januari 2020, orang yang wajib e-KTP itu jumlahnya 950.463 orang dan yang  sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 948.565 orang.

“Sementara angka yang ditetapkan oleh KPUD 924.602 itu terdapat selisih dengan angka jumlah masyarakat Kota Tangsel yang telah melakukan perekaman yakni,  948.565 orang,” ujarnya.

Bawaslu, sambung Acep, meminta kepada KPUD untuk menjelaskannya, berapa jumlah warga yang telah meninggal, warga yang pindah alamat dan kemudian menjadi TNI/Polri. 

“Sampai saat ini belum ada penjelasan dari KPUD terkait data-data tersebut. Sedangkan yang ada di Disdukcapil Kota 8 Januari 2020, ada 17.039. Nah ini akan dikasih rangkaian angka-angkanya mudah-mudahan nanti dalam rapat DPS perbaikan bisa ketemu angka-angka ini agar singkron,” paparnya.

BACA JUGA: Bawaslu Tangsel Hentikan Dugaan Laporan Pelanggaran Pilkada Benyamin Davnie Karena Tidak Paham Aturan

“Ini bisa jadi bumerang pada rangkaian Pilkada, karena ada sekitar 2.5000 orang yang tidak masuk dalam DPT serta akan merugikan para kontestan yang mengikuti Pilkada Tangsel,” tambahnya.

Diketahui, terdapat tiga bakal pasangan calon pada Pilkada Tangsel 2020, yaitu Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan, yang  diusung oleh Partai Golkar dan didukung PBB, PPP dan Gelora.

Siti Nur Azizah – Ruhamaben diusung Partai Demokrat, PKS dan PKB, serta didukung PKPI dan Muhamad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang diusung PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura serta didukung Partai NasDem, Perindo dan Garuda. (beb/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.