Bawaslu RI Sebut Pilkada Pandeglang Rawan Mobilisasi ASN

  • Whatsapp
Bawaslu Pandeglang
Komisioner Bawaslu RI, Muhamad Apipudin memantau kegiatan Pleno KPU Pandeglang, Selasa (21/7/2020).

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisioner Badan Pengawasi Pemilu (Bawaslu) RI, Muhamad Apipudin menilai, potensi terjadinya mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada Pandeglang 2020 sangat tinggi.

Sebab, pada Pilkada di daerah berjuluk kota santri itu, masih terdapat pasangan calon petahana. Karena itu, Bawaslu akan memprioritaskan pengawasan pada daerah-daerah yang dinilai rawan adanya mobilisasi ASN, termasuk Pilkada Pandeglang 2020.

Bacaan Lainnya

Namun, menurut Apipudin, sebetulnya potensi mobilisasi ASN tidak hanya bisa dilakukan pasangan calon petahana. Tapi bisa juga dari lawan petahana yang memiliki kekuatan dari luar, yang mendorong untuk memobilisasi jajaran ASN tersebut.

“Dari data kami menunjukan netralitas ASN menjadi kerawanan utama dalam Pilkada. Salah satunya Pandeglang, yang akan kami pantau lebih ketat,” ungkap Muhamad Apipudin saat memantau kegiatan Pleno hasil Verfak dukungan calon perseorangan yang dilakukan KPU Pandeglang, di Gedung PKPRI Pandeglang, Selasa (21/7/3020).

BACA JUGA: KPU Pandeglang Masih Batasi Kegiatan Sosialisasi Pilkada Secara Tatap Muka

Pria yang juga Ketua Divisi Pengawasan Bawalsu RI ,enyebut, sejauh ini sudah ada sebanyak 30 ASN yang diduga masuk dalam pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada Pandeglang. Dari jumlah 30 ASN tersebut, sudah ada sebanyak dua orang yang direkomendasikan ke KASN.

“Karena netralitas ASN pengawasannya ada pada kami. Tapi kalau tindaklanjutnya itu ada di KASN,” katanya.

Lanjut dia, meski potensi mobilisasi ASN lebih tinggi karena adanya calon petahana, tapi pihaknya tidak membedakan standar pengawasan yang dilakukan, baik itu terhadap calon petahana maupun rivalnya, termasuk dari jalur indpenden. “Mekanisme pengawasan kami berlakukan sama,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengakui 30 ASN yang disebut BAwaslu RI melakukan pelanggaran kode etik ASN pada masa Pilpres beberapa waktu lalu. Adapun yang dua orang yang sudah direkomendasikan ke KASN itu menjelang Pilkada saat ini.

“Yang dua ASN sudah diberikan rekomendasi dan sudah dilakukan penindakan oleh BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Pandeglang,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.