Bawaslu Kota Cilegon Nonaktifkan Panwaslu Kecamatan

  • Whatsapp
Bawaslu Kota cilegon
Panwaslu Kecamatan se Kota Cilegon saat menjalani Bimtek beberapa waktu lalu.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon, Provinsi Banten, memberhentikan sementara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan se-Kota Cilegon. Kebijakan itu diambil karena Pilkada serentak 2020 ditunda menyusul mewabahnya corona virus disease (Covid-19) .

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Siswandi mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Pemerintah serta Penyelenggara Pemilu yakni, Bawaslu RI dan KPU RI Senin (30/3/2020) lalu, didapati hasil yang mengarah pada penundaan Pilkada 2020 secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

“Berkaitan dengan itu, terhitung mulai 1 April 2020, kami dengan sangat berat hati harus menoinaktifkan sementara masa tugas Panwaslu Kecamatan dan sekretariat serta Panwaslu Kelurahan,” kata Siswandi kepada Redaksi24.com, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Siswandi, pemberhentian juga didasarkan atas Surat Edaran Ketua Bawaslu RI dan Surat Keputusan (SK) KPU RI tentang Penundaan Tahapan Penyelengaraan Pemilu Serentak Tahun 2020. Sehingga, honorarium para anggota panwaslu kecamatan dan kelurahan akan ikutserta ditunda.

“Pemberhentian sementara pengawas di tingkat kecamatan dan kelurahan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini sebagai upaya kami dalam pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Ia juga berharap, jajaran pengawas pemilu yang diberhentikan sementara ini, baik di kecamatan ataupun di kelurahan tetap menjaga netralitas dan integritas sebagai penyelenggara pemilu. Namun, yang terpenting mereka yang diberhentikan sementara diimbau untuk selalu menjaga kesehatan serta kebersihan agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:

. Pasar Kranggot Cilegon Bakal Dilengkapi Wastafel Portabel

. Empat Pegawai Dinkes Kota Cilegon Pencuri Masker Terancam 7 Tahun Penjara

. Tunggu Surat Resmi KPU RI, KPU Kota Cilegon Stop Tahapan Pilkada

Sementara itu, Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Kota Cilegon, Mukhlis mengatakan, dana hibah untuk Pilkada Kota Cilegon akan dikembalikan lagi kepada Pemkot Cilegon. Tercatat, dari tahun 2019 sampai 2020, Bawaslu sudah menerima hibah sekitar Rp5 Miliar dari anggaran keseluruhan sebanyak Rp10 Miliar.

“Tahun 2019 Rp 1,7 Miliar dan tahun 2020 Rp3 Miliar. Yang sudah digunakan sekitar Rp2,5 Miliar, jadi nanti sisanya akan kami kembalikan kepada Pemkot Cilegon,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, anggaran yang sudah terselesaikan digunakan untuk pembentukan Panwaslu kecamatan dan kelurahan, termasuk sekretariat dan honornya. Selain itu, juga digunakan dalam kegiatan rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.