Bawaslu Catat Tiga Bapaslon Pilkada Langgar PSBB, Termasuk Airin Yang Dampingi Benyamin-Pilar

oleh -
Kpu tangsel
Suasana pendaftaran salah satu Bapaslon Wali Kota/Wakil Wali Kota di KPU Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat adanya pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan para bakal pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Tangerang Selatan saat mendaftar Pilkada di KPU pada Jumat-Minggu (4-6/9/2020).

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep, menilai ketiga Bapaslon dalam Pilkada 2020 itu, melakukan pelanggaran karena tidak mematuhi standar penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Menurutnya, pelanggaran tersebut ia temukan saat ketiga Bapaslon  iring-iringan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 bersama partai politik pengusung dan massa pendukungnya.

“Saat pendaftaran, mereka menyertakan massa dan menciptakan kerumunan, sehingga protokol kesehatan dalam hal ini menjaga jarak antar pendukung tidak dapat dilakukan,” kata Acep dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2020).

BACA JUGA: Bawaslu Tangsel Hentikan Dugaan Laporan Pelanggaran Pilkada Benyamin Davnie Karena Tidak Paham Aturan

Diketahui, proses pendaftaran Bapaslon Pilkada itu dilakukan secara bertahap ke KPU Kota Tangsel. Pendaftar pertama, dilakukan oleh pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo pada Jumat (4/9/2020).

Sementara, pada Sabtu (5/9/2020) dua Bapaslon daftar sekaligus yakni pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dan lawannya pasangan Siti Nurazizah-Ruhamaben.

Dalam iringan Benyamin-Pilar, terlihat ada Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang hadir sebagai Ketua DPD Partai Golkar. Padahal, di luar itu Airin juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Tangsel. Soal tersebut, Acep enggan memberikan tanggapan. “Untuk jelasnya tanyakan aja ke yang bersangkutan,” ungkap Acep.

Meski mencatat soal pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, Acep tidak memberikan sanksi kepada tiga Bapaslon termasuk rombongannya tersebut. “Kalau untuk sanksi sesuai pelanggarannya kan soal protokol kesehatan Covid-19, maka tanyakan saja ke Satgas Covid-19-nya,” pungkasnya. (wvyh/Aan)