Bawaslu Banten Sebut Kampanye Terbuka Paslon Kepala Daerah Minim Pelanggaran Protokes Covid-19

  • Whatsapp
pasangan calon, kepala daerah, Pilkada serentak 2020, kampanye tatap muka, Covid-19, bawaslu banten
Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Nurhayati Sopari.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Para pasangan calon (Paslon) kepala daerah yang saat ini manggung dalam Pilkada serentak 2020 lebih memilih melakukan kampanye tatap muka langsung dibanding melalui daring. Padahal diketahui saat ini tengah terjadi wabah Covid-19.

Demikian penilaian yang disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten, Nurhayati Solapari usai penandatanganan MoU pengawasan dan pemantauan, penyiaran dan iklan kampanye Pilkada di salah satu hotel di Pandeglang, Jumat (20/11/2020).

Bacaan Lainnya

“Padahal jika mengacu kepada Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2020, seharusnya Paslon kepala daerah lebih mengutamakan kampanye daring atau virtual,” ungkap Nuhrayati Solapari.

Meski demikian, kata Nurhayati, dari sekian banyak pelaksanaan kampanye tatap muka yang dilakukan para Paslon kepala daerah di Kabupaten/Kota di Banten, masih terbilang tertib dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA: Sejumlah Kader Balik Arah Dukung Paslon 02 di Pilkada Pandeglang, Partai Demokrat Mendadak Gelar Rakor

Dari catatan Bawasalu, kegiatan kampanye tatap muka langsung para Paslon di kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, jumlahnya ada sebanyak 3.084 kegiatan. Dari jumlah itu, ditemukan sebanyak 18 kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

“Di Kabupaten Serang, jumlah kasus pelanggaran protokes covid-19 oleh Paslon sebanyak 1 kasus, Tangsel 13 kasus, Cilegon 4 kasus dan Pandeglang nihil,” katanya.

Menurut dia, kasus pelanggaran Protokes oleh Paslon kepala daerah terbilang masih minim. Surat peringatan yang dikeluarkan Bawaslu Banten pun terbilang sedikit. Artinya, kata dia, para Paslon kepala daerah yang berlaga di Pilkada Serentak di Banten masih tertib dalam menaati Protokes Covid-19.

Sementara komisioner Bawaslu Pandeglang, Karsono menyebut, Paslon Bupati-Wakil Bupati Pandeglang lebih banyak berkampanye melalui pemasangan alat peraga kampanye (APK), seperti spanduk, banner, pamplet dan baliho.

“Dari pantauan kami, metode kampanye melalui virtual maupun langsung tidak banyak dimanfaatkan Paslon. Hanya saja lebih marak APK,” imbuhnya.

Dia juga memgakui sejauh ini belum menemukan adanya pelanggaran protokes Covid-19 dalam kampanye yang dilakukan dua Paslon bupati-wakil bupati.

“Karena masing-masing Paslon tidak memaksimalkan kampanye langsung atau pertemuan terbatas, jadi kami belum menemukan pelanggaran protokes,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.