Baru Sebulan Jalani Bisnis Kristal, Pengangguran di Kota Serang Dicokok Polisi

oleh -
pengangguran kota serang
Tersangka DSF menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Serang Kota.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pria berinisial DSF (28) ditangkap petugas Reserse Narkoba Polres Serang Kota Polda Banten di sebuah rumah kawasan Cimuncang, Kecamatan Serang Kota Serang. Padahal DSF baru saja menjalani bisnis barunya selama sebulan.

Kasat Narkoba Polres Serang Kota, Iptu Shilton kepada wartawan Minggu (6/9/2020) mengatakan, dari penangkapan pebisnis baru itu, petugas menyita sebanyak 11 bungkus plastik klip berisikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 5,42 gram.

Ya, pria yang diketahui tidak memiliki pekerjaan itu ditangkap polisi lanatran diduga terlibat dalam bisnis penyalahgunaan Narkotika jenis sabu.

Iptu Shilton melanjutkan, pengungkapan kasus Penyalahgunaan Narkotika dan ini bermula dari informasi masyarakat. Berbekal laporan tersebut, kata dia, personel Satresnarkoba Polres Serang Kota melakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan pemantauan, kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka,” imbuhnya.

BACA JUGA: Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Kota Serang Dihukum Push Up

Selain Kristal bening yang diduga sabu, petugas juga menyita 1 buah handphone merk xiomi warna biru, 1 buah handphone nokia warna putih, 1 buah dompet warna merah, dan uang diduga hasil penjualan barnag haram sebesar Rp900.000.

Tersangka DSF, menurut Iptu Shilton, mengakui barang haram tersebut didapat dari seorang pria berinisial HD yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Serang Kota.

“Tersangka DSF juga mengaku sudah 2 bulan menekuni bisnis haram ini. Usaha ini dilakukan untuk menopang biaya hidup sehari-hari karena tidak memiliki pekerjaan. Selain untuk dijual, tersangka juga menggunakan barang haram tersebut,” jelasnya.

Iptu Shilton menjelaskan, untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka berikut barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Serang Kota.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 116 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (1) atau pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(Adi/Difa)