Baru 40 Persen Petani Pandeglang Ikut Asuransi Tani

oleh -
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Banten, Budi S Januardi

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kesadaran para petani dalam mengikuti asuransi tani di Pandeglang, Banten masih rendah. Sejauh ini petani yang ikut asuransi baru mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Banten, Budi S Januardi mengatakan, para petani yang ikut asuransi tahun ini memang ada pentingkatan. Namun meski begitu, kata dia, angkanya masih rendah, sebab baru mencapai 40 persen.

“Belum maksimal. Namun ada peningkatan dari tahun sebelumnya, karena tahun ini ada penambahan luas lahan untuk target asuransi, dari 30 ribu hektar menjadi 40 ribu hektar,” ungkap Budi, Jumat (20/9/2019).

Lanjut Budi, untuk memaksimalkan asuransi tani di Pandeglang, pihaknya akan terus berupaya melalui kegiatan sosialisasi. Karena menurutnya, asuransi tani itu penting dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian petani yang diakibatkan gagal panen.

“Seperti pada musim kemarau ini, potensi gagal panen cukup besar. Makanya para petani harus ikut asuransi, supaya ketika gagal panen bisa diasuransikan, sehingga kerugian yang dialamipun tipis,” katanya.

BACA JUGA:

. Ubah Pola Tanam, Petani Pandeglang Disarankan Tanam Palawija

. Fraksi PDIP Banten Janji Selesaikan Konflik Tanah Petani

. Musim Kemarau, Pemkab Pandeglang Keukeuh Tambah Luas Tanam

Budi mengaku, sawah petani di Pandeglang ini rata-rata tadah hujan. Setiap musim kemarau tiba, pasti dilanda bencana kekeringan. Sebab itulah, kata dia, para petani harus ikut asuransi tani, supaya meminimalisir terjadinya kerugian.

“Jika musim kemarau, pasti kekeringan terjadi pada lahan pertanian petani, hawatir ketika usia padi masih dalam pertumbuhan lalu dilanda kekeringan. Maka potensi gagal panenpun besar, tapi jika ikut asuransi tani kerugianpun tidak akan terlalu besar,” ujarnya.

Sementara, Kasi Iklim Ditjen Kementan RI, Diah Susilo berharap, petani bisa mengakses asuransi tani. Agar kata Diah, ketika terjadi gagal panen tidak mengalami kerugian yang terlalu besar.

“Jika ikut asuransi ketika gagal panen bisa terbantu. Sehingga meskipun ada kerugian tapi tidak terlalu besar,” jelasnya. (Samsul Fayoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.