Bareskrim Tangkap Dua Oknum Polisi Khusus Lapas yang Jadi Kurir Peredaran Sabu

  • Whatsapp
Bareskrim Polri mengungkap peredaran narkoba jenis sabu serta pil happy five dan menangkap dua oknum polsuspas Lapas Pekanbaru
Barang bukti narkoba jenis sabu dan pil happy five yang disita Bareskrim Polri dari dua oknum Polsuspas Lapas Pekanbaru, Provinsi Riau.

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran gelap narkoba jenis sabu serta pil happy five dan menangkap dua oknum polisi khusus pemasyarakatan (Polsuspas) Lapas Pekanbaru yang diduga terlibat kasusu tersebut.

Barang bukti yang disita penyidik berupa 2 kilogram sabu dan 1.970 butir pil happy five. Pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan Selasa (20/10) sekira pukul 21.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, menyebutkan, dua orang atas nama Joko (29) dan Wandi (39) yang bekerja sebagai Polsuspas Lapas Pekanbaru turut ditangkap.

“TKP (tempat kejadia perkara) pertama, di samping show room Yamaha Jalan Riau, Gang Rambutan, Kelurahan Labu Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, Riau,”ujar Krisno.

Setelah keduanya ditangkap, kemudian disita sejumlah barang bukt,i yakni 1 kilogram narkotika jenis sabu dalam kemasan teh China warna emas dan 1.000 butir pil happy five serta satu unit handphone warna hitam.

Penyidik Bareskrim, kata Krisno, kemudian melakukan pengembangan hingga kembali menyita sejumlah barang bukti lainnya di Jalan Kulim Ujung, nomor 60, RT 03, RW 01, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.

“Barang bukti yang diamankan 1 tas berwarna cokelat yang berisi 1 kg sabu dalam kemasan teh China, 10 gram sabu dikemas dalam plastik transparan, 970 butir Erimin 5 atau happy five dan 1 unit handphone warna putih hitam. Sehingga total barang bukti narkoba berhasil disita 2.010 gram sabu dan 1.970 butir H5,” jelasnya.

Krisno juga pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat tentang maraknya transaksi peredaran narkoba di Kota Pekanbaru yang dikendalikan narapidana Lapas Pekanbaru.

“Pada Selasa, 20 Oktober 2020 sekitar pukul 20.00 WIB, tim mendeteksi adanya transaksi peredaran narkoba di Jalan Riau, Gang Rambutan samping show room Yamaha dengan teknik tempel yang mana narkoba diletakkan di titik tertentu oleh seorang laki-laki menggunakan motor warna hitam nomor polisi BM 2019 HM,” tuturnya.

Kemudian, barang haram tersebut diambil oleh seorang pria mengendarai Honda Jazz warna abu-abu dengan nomor polisi BM-1085-NX yang tercatat milik Arini.”Kedua pelaku kabur dari TKP, namun tim berhasil mengamankan barang bukti di TKP pertama ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada Rabu (21/10) pukul 13.30 WIB, polisi menangkap oknum anggota Polsuspas,  Joko yang telah meletakkan narkoba tersebut serta rekan seprofesi, Wandi, pelaku yang mengambil paket narkoba itu.

“Tersangka Wandi ditangkap di counter HP di Jalan Garuda Sakti KM 7 samping Masjid Nur Huda. Di rumah kontrakan tersangka Wandi (TKP kedua) dan berhasil menyita 1 kg sabu dan 970 butir H5,” ungkap-nya.

Selanjutnya dikembangkan ke jaringan atasnya dan didapat fakta narapidana kasus narkoba di Lapas Pekanbaru atas nama Sugeng merupakan pengendali kurir yang terhubung dengan Fendi (DPO) yang berada di Malaysia.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Sugeng diketahui sudah beroperasi sejak satu tahun terakhir dan diperkirakan mengedarkan sabu 100 kilogram lebih.

“Napi Sugeng dihukum penjara seumur hidup untuk kasus yang dijalani penjara sekarang. Pasal yang dilanggar Pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika,”pungks Krisno.(Jay De Menes/ANTARA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.