Bareskrim Serahkan Berkas Perkara TPPO Karaoke Venesia ke Kejagung

  • Whatsapp
Bareskrim menyerahkan berkas perkara TPPO Karaoke Venesia ke Kejaksaan Agung
Sejumlah saksi dan korban yang bekerja di Karaoke Eksekutif Venesia, Tangsel, Banten dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual, Kamis (20/8/2020) dini hari

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah menyerahkan kembali berkas perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Karaoke Eksekutif Venesia BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ke Kejaksaan Agung untuk diteliti.

Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol John Weynart Hutagalung mengatakan penyidik sudah melimpahkan tahap 1 berkas perkara TPPO Karaoke Venesia tersebut ke jaksa penuntut umum (JPU) setelah dinyatakan belum lengkap (P-19).

Bacaan Lainnya

“Sudah kami limpahkan berkas perkara tahap 1 kembali ke JPU,” ungkap John di Jakarta, Selasa.

Setelah pelimpahan itu, menurut John, penyidik Barekrim masih menunggu informasi dari jaksa mengenai kelengkapan berkas perkara tersebut.

BACA JUGADiduga Perdagangkan Orang Karaoke Venesia Di BSD Serpong Digerebek Bareskrim

Dia berharap tim jaksa bisa segera menyatakan berkas perkara lengkap dan sempurna atau P-21 agar kasus ini dapat diadili di pengadilan. “Semoga segera P-21,” ujarnya berharap .

Sebelumnya, jajaran Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama TNI Pomdam Jaya menggerebek Karaoke Eksekutif Venesia BSD pada Rabu 19 Agustus 2020 malam.

Langkah penegak hukum itu dilakukan karena diduga ada TPPO dengan modus eksploitasi seksual pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemik COVID-19.

Karaoke eksekutif tersebut diketahui telah beroperasi sejak awal Juni 2020. Bahkan Venesia ditengarai memfasilitasi layanan seks bagi para pelanggannya.

Barekskrim menemukan sebanyak 47 perempuan yang bekerja di Karaoke Venesia tersebut berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Atas dugaan TPPO itu, Bareskrim menetapkan enam orang sebagai tersangka yakni tiga orang germo atau muncikari dan tiga orang manajemen perusahaan Karaoke Eksekutif Venesia BSD
dengan sangkaan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO.

Sedangkan barang bukti yang disita  Bareskrim di antaranya kwitansi dua bundel, satu bundel voucher ‘ladies’ tertanggal 19 Agustus 2020, uang Rp730 juta yang merupakan uang booking-an ‘ladies’ mulai dari 1 Agustus 2020, tiga mesin EDC dan 12 kotak alat kontrasepsi.

Barang bukti lainnya yakni satu bundel form penerimaan ‘ladies’, satu bundel absensi ‘ladies’, tiga komputer, satu mesin penghitung uang, tiga printer, 14 baju kimono sebagai kostum pekerja dan dua lembar kwitansi hotel tertanggal 19 Agustus 2020.(Jay De Menes/ANTARA)

Bareskrim Polri menyerahkan kembali berkas perkara dugaan TPPO Karaoke Eksekutif Venesia, Tangerang Selatan, ke Kejaksaan Agung untuk diteliti.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.