Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Kebakaran Kejagung untuk Lima Tersangka Kuli Bangunan

oleh -
Bareskrim melimpahkan berkas perkara kebakaran gedung kejagung untuk lima tersangka kuli bangunan
Penyidik Bareskrim (kiri) menyerahkan berkas perkara kasus kebakaran Kejagung untuk kelompok tersangka kuli bangunan ke Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melimpahkan berkas tahap I perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk kelompok tersangka kuli atau buruh bangunan ke jaksa peneliti.

Bareskrim Polri telah menetapkan lima kuli bangunan dan satu mandor sebagai tersangka kasus ini, yatu S, H, T dan K yang merupakan tukang bangunan. Kemudian IS selaku tukang wallpaper dan UAM selaku mandor.

“Pengiriman berkas perkara tahap I kelompok pekerja,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo di Jakarta, Kamis.

Setelah berkas dilimpahkan, selanjutnya penyidik Bareskrim akan berkoordinasi dengan jaksa peneliti terkait kelengkapan berkas perkara itut. “Kami akan koordinasikan dengan jaksa peneliti,” jelas Sambo.

BACA JUGA:Kapuspekum Kejagung: Masyarakat Jangan Berspekulasi Penyebab Kebakaran, Berkas Perkara 100 Persen Aman

Dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung, penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan delapan orang menjadi tersangka dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS dan NH.

Tersangka S, H, T dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor. Sedangkan RS adalah Direktur PT APM yang memproduksi cairan pembersih Top Cleaner. Terakhir, tersangka NH sebagai Kasubbag Sarpras dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung.

Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang diduga telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6 Gedung Utama Kejagung. Saat itu, mereka sedang memperbaiki ruangan tapi sambil merokok padahal ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tinner, kertas, karpet dan lainnya.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.