Bareskrim Gerebek Dua Lokasi Penyimpangan Gas Subsidi di Tangerang, Lima Tersangka Diringkus

  • Whatsapp
Lokasi Penyimpangan Gas Bersubsidi Di Kota Tangerang
Salah satu lokasi diduga tempat peyimpangan gas elpiji bersubsidi di Kota Tangerang yang diungkap Bareskrim Mabes Polri.

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri mengungkap dugaan penyimpangan gas bersubsidi tanpa izin usaha dengan cara mengurangi volume di dua lokasi di Kota Tangerang, Banten, lima pelaku diamankan saat penggerebekan.

Tempat yang ditengarai sebagai prakti penyimpangan gas subsidi untuk rakyat itu yakni di Kavling DPR A Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh dan Kavling DPR Blok C Gang Ambon RT 02 RW 06 Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan dilakukan tim penyidik Dub Direktorat Tindak Pidana Tertentu Barekrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Syahardiantono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat,  menyatakan, atas pengungkapan kasus itu pihaknya mengambil tindakan hukum dengan dengan mengamankan lima orang pelaku kejahatan di dua tempat tersebut saat operasi penggerebekan.

BACA JUGA:Diperiksa Bareskrim Polri, Direktur Bank Banten Tegaskan Mayoritas Krediturnya Jelas

“Kami lakukan penindakan tegas karena ini merugikan negara yang sudah mensubsidi sehingga subsidi ini berkurang dan membuat rugi juga masyarakat,” ujar Syahardiantono..

Dari lokasi  penggerebekan disita 563 tabung gas ukuran 3 kg, 175 tabung gas ukuran 12 kg, dan 22 tabung gas ukuran 50 kg. Selain itu, diamankan pula tiga truk dan dua unit mobil pickup yang digunakan sebagai sarana transportasi angkutan dan beberapa tabung gas dalam kondisi kosong.

Kata Syahardiantono, atas aksi kejahatan pelaku, masyarakat turut dirugikan karena tidak mendapatkan subsidi gas yang sesuai dari pemerintah. Dia  memastikan bahwa Polri akan mengawal penuh subsidi gas dari pemerintah agar tepat sasaran dan secara utuh diterima masyarakat.

“Intinya kami akan kawal penuh kebijakan pemerintah dalam hal ini distribusi gas subsidi untuk masyarakat agar menerima subsidi secara utuh tanpa ada oknum yang bermain,”imbuhnya.

BACA JUGA:Bareskrim Diminta Usut Oknum Imigrasi yang Membantu Pelarian Djoko Tjandra  

Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono,  menyebutkan, modus operandi kelima pelaku penyimpangan niaga gas yaitu pelaku menyuntik tabung gas 3 kg ke tabung gas ukuran 12 kg, kemudian ke tabung gas berukuran 50 kg non subsidi. “Tabung gas hasil suntikan tersebut langsung dipasarkan ke masyarakat,”jelasnya.

Atas perbuatannya itu, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 53 huruf b, c, d Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, Pasal 8 ayat (1) Huruf A, dan pasal 62 ayat (1) UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Menurutnya, ancaman pidana untuk pasal 53 UU No.22 Tahun 2001 hukumannya paling lama 4 Tahun penjara dengan denda paling tinggi Rp40 miliar.

Sedangkan  dalam UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen untuk hukuman pidananya paling lama 5 Tahun penjara dan dengan denda paling banyak Rp2 miliar. (Imam/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.