Bapenda Kabupaten Tangerang Tagih PT Taman Sari Pakai Baliho

oleh -
bapenda kabupaten tangerang
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang menagih PT Taman Sari Lippo Karawaci dengan memasangi baliho lantaran ngemplang Pajak Bumi dan Bangunan sejak 2009 senilai Rp3 miliar/Foto: Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja.

TANGERANG, REDAKSI24.COM–Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang menagih wajib pajak PT Taman Sari berlokasi di Lippo Karawaci dengan cara memasang baliho tagihan lantaran perusahaan tersebut ngemplang Pajak Bumi dan Bangunan senilai RP3,2 miliar, Senin (17/5/2021).

Penagihan pajak dengan cara unik tersebut dilakukan Bapenda Kabupaten Tangerang lantaran PT Taman Sari telah mangkir dari kewajibannya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak tahun 2009 atau sekitar dua belas tahun lamanya.

Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, piutang pajak yang belum dibayarkan oleh PT Taman Sari Lippo Karawaci adalah sekitar Rp3,2 miliar dengan NOP 36.19.081.003.006-0389.0.

“Kita pasang baliho atau spanduk ini, kaitannya dengan PT Taman Sari Lippo Karawaci yang nunggak Pajak Bumi dan Bangunan sejak 2009 sampai sekarang,” ujarnya.

Namun demikian, Soma menyebut proses penagihan dengan memasangi baliho itu sebagai bentuk peringatan saja, dan sebagai sanksi sosial untuk wajib pajak yang tidak taat pada aturan Pemkab Tangerang, bukan bentuk penindakan penutupan kegiatan usaha.

“Ini peringatan bagi wajib pajak PT Taman Sari Lippo Karawaci agar kooperatif, dan memenuhi kewajibannya membayar pajak yang tertunggak,” kata Soma Atmaja.

 

Sudah sering diperingatkan

Soma menjelaskan, bahwa sejak 2019 pihaknya sudah sering memberikan peringatan, hingga melakukan pemeriksaan keuangan bersama BPKP atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, namun wajib pajak tersebut tetap tidak mentaati aturan.

“Upaya memberi peringatan kerap dilakukan, namun wajib pajak tetap tidak menggubris, dan tidak juga memenuhi kewajibannya,” ucapnya.

“Sudah pernah kita periksa juga kerjasama dengan BPKP Provinsi Banten, tapi wajib pajak tidak koorperatif. Bahkan saat kita minta data (keuangan) mereka tidak mau hingga kita peringati seperti ini,” imbuhnya.

Soma berharap, dengan cara memasangi baliho penagihan seperti itu, pihak pengelola PT Taman Sari Lippo Karawaci mau membayar tunggakan pajaknya, salah satunya dengan menyicil.

“Kita kasih tenggang pembayaran.  Dan kita minta pengelola bisa menyicil pembayaran pajak, kalau tidak, kita akan melakukan koordinasi lanjutan dengan KPK untuk penindakannya,” tandas Soma Atmaja.(ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.