Banyak Warga Kabupaten Tangerang Alami Gangguan Jiwa

  • Whatsapp
Gangguan Jiwa
Ilustrasi Gangguan Jiwa

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tangerang terbilang cukup banyak. Sejak Januari sampai Juni 2019, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang telah mengirimkan ratusan orang yang mengalami gangguan kejiwaan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marjoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Disabilitas Dinsos Kabupaten Tangerang, Dindin mengungkapkan kepada Redaksi24.com Senin (2/9/2019) mengatakan, selama periode Januari sampai juni 2019 Dinsos bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang telah mengirimkan sekitar 170 orang yang menjadi pasien gangguan kejiwaan ke RSJ yang ada di Bogor.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, ratusan orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut berasal dari hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Bahkan, sambungnya, sekitar 10 diantaranya pernah dipasung oleh keluarganya.

“Kalau ditanya paling banyak ada dimana, rata-rata di setiap Kecamatan, Tigaraksa, Jayanti, Pakuhaji juga cukup banyak,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Ada Pria Lumpuh di Cisoka, Dinsos Kabupaten Tangerang Ngaku Belum Terima Laporan

. Keluarga Menolak Junaedi Dirawat

. Dinsos Kabupaten Tangerang Pulangkan Fans Charlie ST12 ke Lampung

Dikatakannya, ratusan orang dengan ganguan jiwa yang dikirim ke RSJ rata-rata adalah laki-laki dengan kisaran usia antara 20 sampai 40 tahun. Ia melanjutkan, faktor ekonomi atau tingkat kemiskinan menjadi salah satu penyebab warga mengalami gangguan kejiwaan.

“Beberapa ada juga karena depresi stres karena masalah keluarga, tapi kebanyakan karena faktor ekonomi dan kemiskinan,” kata Dindin.

Ia melanjutkan, setelah satu bulan menjalani penanganan medis di RS Marjuki Mahdi Bogor, para ODGJ tersebut bisa dibawa pulang pihak keluarga, untuk kemudian diberikan pelatihan kerja oleh Dinsos sambil terus menjalani rawat jalan.

“Mereka yang sudah direhab biasanya kami berikan pelatihan kerja, seperti pelatihan perbengkelan dan sablon di salah satu panti,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski jumlah orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Tangerang cukup banyak, namun targetnya akhir 2019 Kabupaten Tangerang bebas pasung. Ia menghimbau warga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa untuk segera melapor,  baik ke aparat desa atau langsung ke Dinsos agar segera ditangani.

“Kebanyakan para keluarga yang menyembunyikan, jangankan Dinsos, tetangganya saja kadang tidak tahu kalau di rumah itu ada ODGJ, tahu-tahu sudah dipasung,” jelasnya. (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.