Banyak Tempat Pelelangan Ikan di Pandeglang Tidak Berfungsi

  • Whatsapp
tempat pelelangan ikan pandeglang
Kepala Dinas Perikanan Pandeglang, Suaedi Kurdiatna saat meninjau kegiatan lelang di TPI III Labuan, Minggu (21/6/2020).

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Pandeglang, Banten, saat ini banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi itu menjadikan tidak maksimalnya target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan.

Sejumlah TPI yang tidak berfungsi itu diantaranya, TPI Citerep dan Cigorondong. Kedua TPI itu  tidak maksimal pengelolaannya lantaran tidak memiliki manajer. Selain itu, TPI Kecamatan Sumur, Tamanjaya, Banyuasin, Cigeulis, Rancecet dan Cimanggu, juga tidak berfungsi optimal karena bangunannya rusak berat alias bobrok.

Bacaan Lainnya

“Namun kami terus berupaya agar TPI-TPI itu bisa difungsikan, dan bagi bangunan TPI yang rusak akan kami ajukan untuk diperbaiki,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Suaedi Kurdiatna saat meninjau kegiatan lelang di TPI III Kecamatan Labuan, Minggu (21/6/2020).

Meski bayak TPI yang tidak berfungsi, serta munculnya wabah covid-19, namun menurut Suaedi, pihaknya optimis masih bisa mencapai target PAD dari sektor perikanan. Buktinya sampai akhir Mei 2020, kata dia, target PAD dari sektor perikanan sudah mencapai 54 persen.

“Tahun ini target PAD kami sebesar Rp 665 juta, namun karena covid-19 dan banyak TPI yang tidak berfungsi, terjadi pengurangan (PAD) menjadi sebesar Rp 602.277 000,” ujarnya.

Suaedi kembali menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan aktivitas lelang ikan di setiap TPI yang ada di Pandeglang. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan PAD dari sektor hasil laut. Dia juga mengakui, di tengah pandemi covid-19, PAD Pandeglang dari semua sektor melemah.

Karena itu, pihaknya terus berusaha agar target PAD di instansinya bisa tercapai maksimal. “Kami akan terus mendorong semua nelayan melelang hasil tangkapannya di TPI,” imbuh Suaedi.

Menurutnya, peningkatan PAD sektor perikanan salah satunya semakin banyaknya nelayan yang menjual hasil tangkapannya di TPI. Karena itu, pihaknya terus berupaya memaksimalkan fungsi setiap TPI.

Selain dari TPI, kata Suaedi, pihaknya juga berusaha untuk meningkatkan retribusi dari sektor lainnya, seperti Balai Benih Ikan (BBI).

Sementara itu, Manajer TPI II Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Wahdi menyebut terjadi penurunan harga ikan di TPI akibat dipengaruhi pandemi covid-19. Penurunan harga terhadi pada komoditas tangkapan jenis ikan tongkol.

Namun begitu, kata dia, ativitas pelelangan di TPI III Labuan tetap berjalan normal, bahkan selalu mencapai target retribusi. “Meski sedang pandemi covid-19, tapi aktivitas nelayan tetap lancar. Setiap hari rata-rata 6 ton ikan yang dilelang,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.