Banyak Proyek Fiktif, Dirut Waskita Dicecar DPR RI

  • Whatsapp
Rapat Dengar Pendapat komisi VI DPR RI dengan BUMN

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang konstruksi, Waskita Karya, beberapa anggota Komisi VI mencecar pertanyaan kepada Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono terkait dengan kasus proyek fiktif.

Diantaranya Mohammad Toha, anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menanyakan apa alasannya para direksi Waskita yang sering dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bacaan Lainnya

“Mohon maaf harus saya sampaikan walaupun ini direksi baru Waskita semuanya. Kita lihat update di tiga huruf (KPK), lihat update setiap hari untuk Waskita. Setiap hari ada yang diperiksa pak. Mohon dijelaskan kepada saya, itu permasalahannya apa?,” ujar Toha di ruang rapat Komisi VI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

“Saya mohon kepada Waskita, kalau bisa dijelaskan, tolong jelaskan. Kenapa setiap hari kok saya lihat dari updatenya dari komisi tiga huruf itu selalu ada. Biar kita juga semua mengetahui dan ini menjadi antisipasi kita agar tidak seperti yang dulu lagi. Itu peristiwa yang dulu bukan saat ini,” kata Toha.

BACA JUGA: Anggota DPR RI Ananta Wahana Sosialisasikan 4 Pilar, Membumikan Pancasila Hingga Tekankan Gotong Royong

Pertanyaan yang sama pun terlontar dari anggota Komisi VI lainnya, Ananta Wahana. Ananta mengatakan banyak sekali proyek fiktif yang melibatkan Waskita Karya.

“Kalau tidak salah, tadi disampaikan oleh pak Toha bahwa Waskita terlibat dalam proyek fiktif, menurut catatan ada sekitar 14 proyek fiktif, diantaranya ada di Banten. Saya harap ini mendapatkan penjelasan agar kita semua bisa menjelaskan dengan benar,” ujar politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ananta menegaskan, apabila permasalahan ini tidak mendapatkan penjelasan yang tepat akan mencoreng nama baik Waskita serta BUMN.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan tersebut, Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, menyampaikan kalau kasus ini sudah menjadi sorotan para direksi dan pihaknya berjanji untuk kedepannya tidak akan ada lagi proyek fiktif seperti itu.

“Proyek-proyek pengadaan fiktif seperti itu juga menjadi atensi kami di jajaran tim direksi yang baru agar kedepannya tidak terulang. Kami juga akan melakukan audit khusus dan sosialisasi terkait hal ini, sehingga kedepannya proyek pengadaan fiktif yang mengatasnamakan Waskita tidak terjadi lagi,” ungkap Destiawan. (Agung/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.