Banyak Kursi Pejabat Kosong, Wali Kota Serang Dinilai Gagal Jalankan Reformasi Birokrasi

  • Whatsapp
SWOT Kota Serang
Ketua SWOT Kota Serang, Halabi.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Para aktivis Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang menyoroti banyaknya jabatan kosong di Pemerintahan (Pemkot) Kota Serang. Mereka menilai kekosongan jabatan yang mencapai 38 kursi itu bisa menganggu pelayanan publik.

Ketua SWOT Kota Serang, Halabi mendesak Pemkot Serang, dalam hal ini wali kota  segera membenahi kekosongan belasan kursi pejabat tersebut. Bila tidak, maka akan menganggu jalannya roda pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Ketika jabatan kosong siapa yang akan melayani masyarakat,” katanya kepada Redaksi24.com di Kota Serang, Sabtu (13/6/2020).

Pihaknya juga mempertanyakan kinerja Pemkot Serang, dalam hal ini badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat), sehingga kekosongan jabatan jumlahnya mencapai 38 kursi. Terlebih kekosongan jabatan sudah terjadi sejak Januari 2020.

“Pemkot Serang telah gagal menjalankan reformasi birokrasi, ini akan membuat kinerja Pemkot Serang menjadi terganggu,” sindirnya.

Halabi menyebut kepemimpinan Wali Kota Serang, Syafrudin dan Wakilnya Subadri Ushuludin dengan tagline “Aje Kendor” hanya baru pada ucapan, belum pada melakukan tindakan yang kongkrit untuk pembangunan di ibu kota Provinsi Banten ini.

“Sejak Kota Serang dipimpin Syafrudin-Subadri, tak ada yang berubah, tagline aje kendor hanya ada pada ucapan bukan tindakan,” ungkapnya.

Halabi juga mendesak pemerintahan Syafrudin-Subadri  untuk segera menggelar lelang jabatan Asda II yang saat ini juga kosong.

Diketahui, kekosongan jabatan di Pemkot Serang yang telah terjadi sejak awal tahun ini, terdiri dari Asisten Daerah (Asda) II, sebanyak 7 kursi untuk pejabat eselon III, dan 30 kursi untuk jabatan eselon IV.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.