Banyak Bagan Nelayan Panimbang Rusak Diterjang Gelombang Tinggi

oleh -
bagan nelayan
Sejumlah nelayan Panimbang, Pandeglang, Banten tengah memperbaiki bagan yang rusak diterjang gelombang laut.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bagan milik para nelayan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, banyak yang rusak, bahkan hancur akibat diterjang gelombang tinggi. Akibatnya, sebagian nelayan tidak bisa melakukan aktivitas menangkap ikan.

Oka, salah seorang warga Panimbang mengatakan, akhir-akhir ini gelombang laut cukup besar, sehingga bagan tanam milik para nelayan banyak yang rusak karena diterjang gelombang laut tersebut.

“Kalau bagan apung sudah dievakuasi para nelayan. Namun bagan tanam tidak bisa diamankan, sehingga banyak yang rusak diterjang gelombang tinggi,” ungkap Oka saat ditemui di Panimbang, Senin (6/1/2020).

Lanjut dia, cuaca buruk dan gelombang laut tinggi itu terjadi sejak pertengahan Desember 2019 lalu. Namun sebelumnya tidak terlalu parah, karena gelombang tinggi itu tidak setiap hari terjadi. Tapi sekarang kerap terjadi gelombang tinggi, karena sedang musim angin barat.

“Akibat bagannya rusak, sebagian nelayan tidak bisa mengambil ikan,” katanya.

BACA JUGA:

. Polisi Buru Kapal Bom Ikan di Perairan Panimbang Pandeglang

. Pisah Sambut Camat Panimbang Dihadiri Ratusan Warga

. Rest Area Panimbang Jangan Sampai Jadi Sarang Maksiat

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Abdul Azis membenarkan, sebagian bagan milik nelayan banyak yang rusak diterjang gelombang laut.

“Karena bagan yang lain adalah bagan apung, sehingga sebagian sudah diamankan nelayan. Tapi kalau bagan tanam tidak bisa diangkat ke pinggir, akhirnya banyak yang rusak,” tuturnya.

Saat ditanya apakah dengan adanya cuaca buruk yang sekarang ini terjadi, berpengaruh terhadap harga ikan di pasaran? Azis mengaku, jika cuaca ekstrim ini berlangsung lama, maka harga ikan di pasaranpun akan tinggi, karena nelayan lokal tidak bisa melaut.

“Namun mudah-mudahan cuaca ekstrim cepat berlalu, sehingga para nelayan bisa melaut dengan nyaman,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.