Bantuan Pakaian korban Bencana Lebak Jadi Kerajinan Tangan Yang Bernilai Ekonomis

  • Whatsapp
Elank (kanan) bersama Kepala Desa Ciladauen, Yayat Dimyati.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Masih ingatkan dengan tragedi yang menimpa warga di 6 Kecamatan Kabupaten Lebak, Banten pada awal tahun 2020 lalu. Banjir bandang dan longsor yang memporak porandakan daerah tersebut, meluluh lantakkan tempat tinggal dan meludeskan harta benda ribuan masyarakat setempat.

Berbagai bantuanpun terus bergulir, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Lebak Gedong. Bantuan terus melimpah, baik kebutuhan pangan maupun pakaian layak pakai.

Bacaan Lainnya

Bahkan dari banyaknya bantuan, berkarung-karung pakaian layak pakai berserakan di posko-posko dan pinggiran jalan. Daripada mubadzir dan menjadi sampah yang menimbulkan berbagai penyakit, Elank Sagala (23) yang tinggal di Desa Ciladauen, Kecamatan Lebak Gedong, mengumpulkan barang-barang tersebut untuk dijadikan sesuatu hal yang menarik dan bernilai.

” Ya daripada jadi sampah dan menimbulkan pengakit, saya coba kain itu untuk bahan kerajinan tangan,” kata
Elank kepada Redaksi24.com, Minggu (26/4/2020).

Kebetulan, kata Elank, dirinya pernah melihat vidio dari YouTube yang mempraktekkan bagaimana membuat pot bunga dengan berbahan semen, kain dan cat. Dari situ ia mencoba memproduksi pot-pot tersebut

Kemudian, ia siapkan cetakan pot, lalu kain dibasahi dengan air dan dilumuri adukan semen untuk dimasukkan ke dalam cetakan hingga mengering.
Setelah itu bagian luar pot dilapisi kembali dengan adukan semen hingga rata dan dicat sesuai warna yang diinginkan para pemasan.

“Awalnya coba-coba dan ternyata banyak yang tertarik,” kata dia.

Dalam waktu satu minggu, kata Elank, ia bisa mencetak 5 sampai 10 pot bungga. Dan dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu perunit. Sedangkan sistem pemasarannya melalaui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram.

” Alhamdulillah sudah laku 20 pot dalam waktu satu bulan ini, pemesannya juga cukup beragam ada yang dari Rangkasbitung, Serang, bahkan Tanggerang,” katanya.

Dirinya berharap, kerajinan tangan itu dapat menjadi inspirasi bagi warga terdampak bencana yang kehilangan mata pencaharian. ” Saya berharap usaha ini dapat digeluti oleh warga yang kehilangan pencaharian akibat bencana tersebut. Karena di masa Pandemi Corona seperti dekarang ini sulit untuk mendapatkab pekerjaan,” kata dia.

BACA JUGA:

Pemkab Lebak Janji Publikasikan Dana Bantuan Korban Banjir Bandang di Wilayahnya

Kepala Desa Ciladauen, Yayat Dimyati mengapresiasi kreatifias Elank yang telah merubah tumpukan baju menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. Ia berkomitmen akan terus mendukung Elank yang tengah berupaya menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat yang terdampak bencana melalui kerajinan tangan tersbut.

” Tentunya Kita akan mensuport kegiatan ini, agar terus ditingkatkan dan dipasarkan untuk menjnbkatkan perekonomian masyarakat,” kata dia. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.