Bantuan Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Pandeglang Dipastikan Tidak Terserap Tahun Ini

  • Whatsapp
bantuan beras, dinas ketahanan pangan pandeglang, dampak covid-19, warga pandeglang, tidak terserap,
Ilustrasi - bantuan beras.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Warga miskin di Kabupaten Pandeglang, Banten, nampaknya harus gigit jari ditengah pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, bantuan beras dalam program cadangan beras provinsi (CBP) dipastikan tidak akan turun pada tahun ini.

“Yang punya program CBP ini adalah Pemprov Banten, kami hanya diminta untuk membantu mendata calon penerima bantuan. Sampai sekarang proses pendataan masih belum rampung,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, M Amri kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Bacaan Lainnya

Setelah pendataan selesai, menurut Amri, nantinya akan diverifikasi Pemprov Banten untuk memastikan apakah warga yang didata benar-benar layak untuk menerima bantuan CBP atau tidak.

Amri juga memastikan, bantuan beras tersebut tidak akan terserap dalam tahun ini. Karena proses pendataan masih berlangsung, terlebih nantinya masih harus melwati verifikasi dari Pemprov Banten. Sementara waktu saat ini sudah mendekati akhir tahun 2020.

“Prediksi kami bantuan CBP ini tidak akan terserap tahun ini. Sebab sampai sekarang datanya belum ada yang masuk,” ujarnya dengan nada pesimis.

BACA JUGA: Petani Kesulitan Pupuk Subsidi, Mentan Diminta Tambah Kuota ke Pandeglang

Saat ditanya jumlah bantuan CBP dari Pemprov Banten, Amri menyebut diperuntukan bagi sebanyak 17.500 kepala keluarga (KK). Nantinya masing-masing KK mendapatkan sebanyak sebanyak 10 kilogram beras.

“Kami ditarget sesegera mungkin mengusulkan datanya. Tapi karena melihat waktu yang sudah mepet, kemungkinan besar tidak akan bisa terserap tahun ini,” ulang Amri masih dengan nada pesimis.

Amri mengaku pihaknya saat ini terus menyisir warga terdampak Covid-19 yang sama sekali belum mendapat bantuan apapun. Sebab syarat untuk mendapat program bantuan beras dari Pemprov Banten, kata dia, adalah warga Pandeglang yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

M Amri mengatakan, Permprov Banten memiliki program penyaluran CBP untuk warga yang berada di kawasan rawan pangan. Namun karena saat ini pandemi Covid-19 tengah melanda, maka bantuan beras tidak hanya bagi warga di kawasan rawan pangan.

“Dalam Juknisnya (petunjuk teknis) bantuan beras juga akan dialokasikan kepada warga terdampak Covid-19 yang sama sekali belum mendapatkan bantuan apapun,” imbuh Amri.

Untuk itu, pihaknya telah mengirim surat ke setiap kecamatan untuk membantu mendata warga miskin terdampak Covid-19 yang belum mendapat bantuan, khususnya di kawasan rawan pangan tersebut, seperti gagal melalut atau gagal pertanian.

“Kami masih nunggu usulan data dari kecamatan dan desa. Sampai saat ini data usulan dari pihak kecamatan belum masuk,” katanya lagi.

Terpisah, Camat Cisata Kabupaten Pandeglang, Atas Suhana mengaku, proses pendataan warga untuk bantuan beras hingga kini belum rampung. Tidak heran jika belum ada data yang bisa disetorkan ke dinas ketahanan pangan.

“Pendataan belum selesai, desa belum ada yang menyetor data warga penerima bantuan beras,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.