Bank Banten Tidak Dapat Jatah APBD 2020

oleh -
bank banten
Gubernur Banten, Wahidin Halim.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – DPRD Banten resmi mengetok palu pengesahan RAPBD 2020 sebesar Rp13,2 triliun. Belanja gaji pegawai menjadi yang terbesar dalam postur APBD 2020 sebesar 20 persen atau sekitar Rp2,5 triliun. Sedangkan untuk penyertaan modal Bank Banten dewan belum bisa memasukannya ke postur RAPBD 2020, karena belum ada usulan dari eksekutif.

Ketua DPRD Banten Andra Soni mengatakan, pembahasan RAPBD 2020 ini sudah melalui tahapan yang panjang, termasuk nanti pengevaluasian dari Kemendagri. Berdasarkan dari pembahasan, menurut Andra, tidak ada anggaran yang diajukan untuk penyertaan modal kepada anak perusahaan BUMD Banten Global Development (BGD), yakni Bank Banten.

“Karena eksekutif tidak memasukan usulan anggaran, otomatis kami tidak bisa membahas itu,” katanya usai rapat Paripurna pengesahan RAPBD Banten 2020 di Gedung DPRD Banten, Selasa (19/11/2019).

BACA JUGA:

. Masih Tersangkut Kasus Hukum, DPRD Banten Sebut Penyertaan Modal ke Bank Banten Butuh Legal Opinion

. DPRD Banten Prihatin Dengan Perkembangan Bank Banten

. Dewan Pertanyakan Penyertaan Modal Bank Banten RP175 M

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) membenarkan tidak memasukan penyertaan modal Bank Banten pada postur RAPBD 2020 hingga sampai ada rekomendasi dari otoritas jasa keuangan (OJK) dan KPK. Karena itu, dirinya selalu melakukan kordinasi dengan KPK terkait langkah yang akan dilakukan dalam menyikapi kondisi Bank Banten sekarang.

“Mungkin nanti masuk di anggaran perubahan. Sampai saat ini masih saya konsultasikan dengan KPK. Jangan sampai nanti dialokasikan, namun kemudian menjadi temuan,” katanya.

Namun pada tahun ini Pemprov Banten memberikan penyertaan modal kepada BUMD baru yakni Agrobisnis setelah pendiriannya mendapat legal standing dari Kemendagri. Penyertaan modal awal diberikan ke perusahaan plat merah itu sebesar Rp50 miliar.

Dengan adanya BUMD Agrobisnis ini diharapkan para petani di Banten tidak melakukan pinjaman modal ke rentenir dengan bunga yang sangat tinggi. Karena itu, mudah-mudahan keberadaan BUMD ini benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kualitas panennya juga diharapkan dapat meningkat,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.