Banjir Lumpuhkan Kawasan Jalan Raya Serang Kabupaten Tangerang

oleh -
Jalan Raya Serang, Kabupaten Tangerang dilanda Banjir.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Banjir setinggi 70 cm merendam kawasam Jalan Raya Serang KM 10,5 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Akibatnya ruas jalan utama dari dan menuju pintu gerbang tol Bitung itu sempat mengalami kemacetan panjang mencapai 7 KM, Selasa (25/2/2020).

Dari pantauan dan berbagai sumber informasi di lokasi banjir. Hingga siang tadi, arus lalu lintas di kawasan ini sempat mengalami lumpuh total. Tak sedikit kendaraan yang mengalami mati mesin karena kemasukan air.

Bahkan, para pejalan kaki yang ingin melewati genangan air harus dibantu warga menyebrang dengan menggunakan dua unit perahu karet yang disediakan oleh BPBD Kabupaten Tangerang.

Junaedi (29) salah seorang warga mengatakan, banjir ini merupakan banjir terparah. Kata dia, banjir seperti ini terakhir terjadi di tahun 2007 silam dan terjadi kembali di tahun 2020 dengan genangan air yang cukup tinggi.

“Dulu di tahun 2007 pernah seperti ini, setelah itu juga terjadi banjir, tapi ga separah seperti yang saat ini sedang terjadi,” tandasnya.

Ia menambahkan, banjir terjadi akibat luapan air yang berada di bawah Jembatan Penghubung anatara Desa Kadu, dengan Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kapolsek Curug, Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, genangan air ini memutus arus transportasi di Jalan Raya Serang KM 10,5 di depan RM Gumarang, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Sehingga, kata dia, terjadi kemacetan lalu lintas arah dari Serang – Jakarta maupun sebaliknya.

“Kami bersama rekan-rekan Koramil Curug, Dishub dan masyarakat bersama-sama memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang dialiri oleh air,” ujarnya.

Menurutnya, dari tadi pagi pukul 08.00 WIB hingga saat ini pukul 13.00 WIB air tak kunjung surut. Adapun ketinggian air masih mencapai 70 cm, ia berharap semoga hari ini tidak hujan lagi dan air bisa cepat surut.

“Jarak Kemacetan sudah mencapai sekitar 7 KM, dari Cikupa hingga Lippo Karawaci,” ungkapnya.

BACA JUGA:

BPBD Kabupaten Tangerang, Belum Mengkalkulasi Kerugian Ribuan Warganya Yang Terdampak Banjir

BPBD Kabupaten Tangerang Belum Punya Data Valid Rumah Warga Yang Rusak Diterjang Banjir

Ia menambahkan, untuk rekayasa lalu lintas sendiri yaitu bagi kendaraan yang lewat pertigaan bitung dialihkan ke kiri menuju Desa Cukang Galih dan nantinya tembus di Citra Raya. Namun, kata dia, pengemudi harus hati-hati dan waspada karena disitu juga banyak kendaraan yang melintas mencari jalur alternatif.

“Untuk lokasi banjir disini kita atur untuk melewati genangan air secara bergantian dan perlahan dan juga ada kendaraan yang dibantu menggunakan perahu karet,” pungkasnya.

Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan agar saling bersabar, apalagi dengan kondisi banjir seperti ini. Kemudian pengendara harus berhati- hati di jalan dan tertib berlalu lintas. (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.